RADAR KUDUS – Pernahkah Anda merasa air putih di rumah terasa berbeda saat sedang bepergian ke kota lain?
Ada yang terasa lebih segar, sedikit manis, bahkan ada yang meninggalkan rasa pahit atau asin. Banyak orang mengira hal itu hanya sugesti.
Padahal, perbedaan rasa air putih memang nyata dan dapat dijelaskan secara ilmiah.
Perbedaan pertama berasal dari sumber air yang digunakan. Air minum dapat berasal dari mata air pegunungan, sungai, danau, air tanah, hingga waduk.
Setiap sumber memiliki kandungan mineral alami yang berbeda sehingga memengaruhi rasa air.
Selain itu, kandungan mineral seperti kalsium, magnesium, natrium, dan kalium juga menjadi penentu utama cita rasa air.
Air dengan kadar kalsium dan magnesium yang tinggi biasanya terasa lebih "berisi" atau sedikit pahit, sedangkan air dengan kandungan natrium tertentu dapat memberikan rasa agak asin.
Sebaliknya, air dengan kandungan mineral rendah cenderung terasa lebih ringan dan segar.
Faktor berikutnya adalah proses pengolahan. Air yang diproduksi perusahaan daerah air minum (PDAM), air kemasan, maupun depot isi ulang memiliki metode penyaringan yang berbeda.
Beberapa menggunakan karbon aktif untuk mengurangi bau dan rasa, sementara lainnya memakai teknologi reverse osmosis (RO) yang menghilangkan hampir seluruh mineral sehingga rasa air menjadi lebih netral.
Tak hanya itu, kualitas pipa distribusi juga dapat memengaruhi rasa.
Pipa yang sudah tua atau berkarat terkadang memberikan aroma logam pada air, meskipun tetap memenuhi standar keamanan setelah melalui proses pengolahan.
Faktor lingkungan juga berperan. Daerah pegunungan umumnya menghasilkan air dengan karakter yang berbeda dibanding wilayah pesisir.
Air di daerah pantai biasanya memiliki kandungan mineral lebih tinggi karena dipengaruhi kondisi geologi dan kedekatannya dengan air laut.
Suhu air saat diminum ternyata juga memengaruhi persepsi rasa. Air dingin cenderung terasa lebih segar karena suhu rendah mengurangi sensitivitas lidah terhadap rasa tertentu.
Sebaliknya, air pada suhu ruang membuat karakter mineral lebih mudah terasa.
Meski rasanya berbeda-beda, bukan berarti salah satunya lebih baik.
Selama memenuhi standar kualitas air minum yang ditetapkan pemerintah dan aman dikonsumsi, perbedaan rasa hanyalah akibat variasi kandungan mineral dan proses pengolahan.
Jadi, jika suatu saat Anda bepergian dan merasa air putih di daerah lain memiliki rasa yang berbeda, itu bukan sekadar sugesti.
Lidah Anda memang sedang mengenali komposisi mineral yang berbeda dari air yang biasa diminum setiap hari.
Editor : Ali Mustofa