Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Rahasia Rezeki Tak Pernah Habis ala Kang Dedi Mulyadi (KDM), Ternyata Rutin Berbagi!

Ali Mustofa • Sabtu, 2 Mei 2026 | 08:13 WIB
Ilustrasi Kang Dedi Mulyadi (KDM) saat memberikan sebagian rezeki kepada sopir angkot.
Ilustrasi Kang Dedi Mulyadi (KDM) saat memberikan sebagian rezeki kepada sopir angkot.

RADAR KUDUS – Gagasan tentang rezeki yang terus mengalir melalui kebiasaan berbagi kembali menjadi perbincangan publik.

Kali ini datang dari Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, yang akrab disapa Kang Dedi Mulyadi (KDM).

Ia menekankan bahwa rezeki tidak akan berkurang karena dibagikan.

Justru akan bertambah dalam bentuk keberkahan hidup.

Menurut Kang Dedi, logika rezeki tidak selalu bisa diukur dengan hitungan matematika.

Baginya, semakin sering seseorang berbagi, semakin luas pula jalan keberkahan yang terbuka.

Tambahan rezeki tidak selalu berupa uang.

Tetapi dapat hadir dalam bentuk kesehatan, kebahagiaan keluarga, hingga kemudahan hidup.

Ia mengingatkan agar manusia tidak terlalu pelit atau takut kehilangan harta.

Sebab, ada banyak cara yang bisa membuat rezeki hilang tanpa disadari, mulai dari musibah, kerugian, hingga persoalan yang datang tiba-tiba.

Kebiasaan Menyisihkan Penghasilan

Kang Dedi mengaku memiliki kebiasaan pribadi yang terus ia pegang sejak lama.

Yaitu: setiap menerima penghasilan, sebagian langsung ia sisihkan untuk orang lain.

Ia menyebut sekitar 15 persen dari pendapatan yang diterimanya selalu diberikan kembali kepada orang-orang di sekitarnya.

Kebiasaan ini bukan sekadar rutinitas, tetapi pelajaran hidup yang ia yakini membawa dampak besar.

Dalam berbagai kesempatan, ia bahkan membagikan sebagian honor kepada staf atau orang yang bekerja bersamanya sebagai bentuk rasa syukur.

Baginya, rezeki yang diterima seseorang bukanlah milik pribadi sepenuhnya. Ada hak orang lain yang “ikut melihat” ketika rezeki datang.

Filosofi Harum Masakan untuk Tetangga

Kang Dedi juga menyinggung ajaran sederhana dari orang tuanya.

Ia mengibaratkan ketika seseorang memasak ayam goreng, aroma harum masakan itu pasti tercium oleh tetangga. 

Maka, sudah sepantasnya sebagian makanan dibagikan.

Filosofi sederhana ini menjadi simbol bahwa kebahagiaan tidak seharusnya dinikmati sendiri.

Berbagi bukan hanya soal jumlah, tetapi tentang kepekaan terhadap lingkungan sekitar.

Berbagi sebagai Jalan Keberkahan

Ia menegaskan bahwa uang yang diberikan kepada guru, teman, atau masyarakat tidak akan hilang.

Justru sebaliknya, rezeki akan kembali dalam bentuk yang berbeda: prestasi meningkat, kesehatan terjaga, dan hidup terasa lebih tenang.

Sebaliknya, ketika seseorang terlalu menyesali uang yang telah keluar, hati menjadi sempit dan pikiran mudah dipenuhi kekhawatiran.

Kondisi ini justru membuat hidup terasa berat dan penuh kegaduhan.

Bagi Kang Dedi, berbagi adalah cara menjaga aliran rezeki tetap hidup.

Semakin banyak yang diberikan, semakin luas pula pintu kebaikan yang terbuka.

Pada akhirnya, konsep rezeki yang tidak habis bukan hanya soal harta yang bertambah.

Tetapi tentang kehidupan yang lebih sehat, keluarga yang lebih bahagia, dan hati yang lebih tenang. 

Berbagi menjadi kunci sederhana untuk menghadirkan keberkahan dalam setiap langkah kehidupan. (top)

Editor : Ali Mustofa
#keberkahan #berbagi #kang dedi mulyadi #rezeki #KDM