RADAR KUDUS - Gaya hidup sehat berbasis air kian diminati masyarakat Kudus.
Salah satunya melalui senam hidroterapi yang dipandu instruktur lokal, Any Pradipta.
Olahraga yang dilakukan di dalam kolam renang ini dinilai efektif menjaga kebugaran sekaligus membantu pemulihan berbagai keluhan fisik, terutama pada usia dewasa hingga lanjut.
Baca Juga: Diskusi Ngopi, Mahasiswa Kudus Bicara Bangsa
Any Pradipta menjelaskan, hidroterapi bertujuan utama untuk menyehatkan tubuh melalui gerakan ringan di dalam air.
Terapi ini banyak dimanfaatkan untuk mengatasi saraf terjepit, nyeri persendian, hingga membantu orang dengan obesitas agar tetap bisa berolahraga tanpa rasa sakit berlebih.
“Kebanyakan peserta itu ibu-ibu usia 40 tahun ke atas yang sering mengeluh sakit lutut,” ujarnya.
Menurut Any, berolahraga di darat sering kali terasa berat dan menimbulkan nyeri, khususnya bagi mereka yang memiliki masalah persendian.
Berbeda dengan hidroterapi, tekanan air membantu menopang berat badan sehingga rasa sakit jauh berkurang.
“Di air itu lebih ringan, jadi peserta tidak terlalu merasakan nyeri, tapi manfaat olahraganya tetap maksimal,” jelasnya.
Selain lebih nyaman, pembakaran kalori saat hidroterapi juga tergolong tinggi.
Baca Juga: Bupati Kudus Sam’ani Pastikan Perayaan Natal Di Kudus Aman
Any menyebut, banyak peserta yang awalnya merasa cepat lelah saat kardio di darat, justru menikmati olahraga di air.
“Mereka merasa asik, tidak terasa capek, padahal kalori yang terbakar cukup banyak,” katanya.
Manfaat tersebut dirasakan langsung oleh peserta.
Any mengungkapkan, sejumlah ibu-ibu yang sebelumnya rutin mengeluhkan nyeri lutut kini kondisinya berangsur membaik setelah mengikuti hidroterapi secara rutin.
Baca Juga: Bupati Kudus Ajak TNI-Polri dan Ormas Perangi Penyakit Masyarakat, Judi Online Jadi Fokus Utama
Bahkan, ada peserta yang sudah tidak lagi bergantung pada obat pereda nyeri.
Dalam praktiknya, jumlah peserta setiap kelas bervariasi.
Kelas privat biasanya diikuti sekitar lima orang, sementara kelas kelompok bisa mencapai 20 peserta.
Saat ini, Any mengelola lima kelas dengan rata-rata total peserta sekitar 50 orang setiap pekan.
Kedalaman kolam yang digunakan juga menyesuaikan kebutuhan peserta, mulai dari 60 sentimeter hingga 150 sentimeter, dengan kedalaman 120 sentimeter paling sering digunakan.
Seluruh kegiatan dilakukan di kolam renang umum dengan sistem pemesanan terlebih dahulu.
Selain hidroterapi, Any juga menjadi instruktur aquarobic.
Meski sama-sama dilakukan di air, aquarobic lebih menitikberatkan pada kardio dan pembakaran kalori menggunakan gerakan bertenaga.
Sementara hidroterapi lebih fokus pada terapi dan pemulihan dengan gerakan ringan dan rileks.
Untuk menambah variasi dan menghindari kebosanan, Any kerap mengombinasikan keduanya dalam satu sesi, yakni 30 menit aquarobic dilanjutkan 30 menit hidroterapi.
Durasi olahraga umumnya satu jam, namun terkadang ditambah hingga 90 menit.
Olahraga air ini mulai masuk ke Kudus sekitar dua tahun terakhir, namun baru benar-benar populer dalam satu tahun belakangan.
“Alhamdulillah peminatnya banyak sekali,” ujar Any.
Dengan pakaian yang bebas namun disarankan menggunakan baju renang, serta terbuka untuk peserta pria maupun wanita, hidroterapi kini menjadi alternatif gaya hidup sehat yang kian digemari warga Kudus. (dik)
Editor : Ali Mustofa