RADAR KUDUS - Bau ketiak sering membuat seseorang tidak percaya diri.
Padahal, banyak orang sudah rutin memakai deodoran, rajin mandi, bahkan menjaga pola makan. Namun, bau tidak sedap tetap saja muncul.
Jika kamu sudah melakukan berbagai cara tetapi bau ketiak masih bertahan, bisa jadi masalahnya bukan dari tubuhmu, melainkan dari bahan pakaian yang kamu gunakan setiap hari.
Beberapa jenis kain ternyata bisa membuat keringat lebih sulit menguap.
Akibatnya, area ketiak menjadi lembap lebih lama dan memicu pertumbuhan bakteri penyebab bau.
Inilah beberapa jenis kain yang sebaiknya dihindari jika kamu punya masalah bau ketiak:
1. Crinkle
Bahan crinkle sempat populer karena tampilannya yang bergelombang dan tidak perlu disetrika.
Selain itu, harganya juga cukup terjangkau sehingga sering dijadikan pilihan untuk pakaian sehari-hari.
Namun, bahan ini kurang cocok untuk orang yang tinggal di daerah panas seperti Indonesia.
Teksturnya yang agak kaku dan rapat membuat udara sulit masuk dan keluar dengan lancar, terutama di area ketiak.
Selain itu, crinkle juga tidak menyerap keringat dengan baik. Akibatnya, keringat lebih mudah menempel dan bau bisa bertahan walau pakaian sudah dicuci.
2. Moscrepe
Moscrepe dulu banyak digunakan sebagai bahan hijab dan pakaian karena terlihat mewah dan lembut.
Bahannya elastis dan tidak mudah kusut sehingga praktis digunakan.
Sayangnya, moscrepe membuat tubuh terasa lebih panas dan tidak mampu menyerap keringat dengan baik.
Keringat yang terjebak di dalam kain akan bercampur dengan bakteri, sehingga bau badan bisa muncul lebih kuat dan lebih cepat.
3. Polyester
Polyester adalah salah satu bahan pakaian yang sangat sering digunakan. Kain ini terbuat dari bahan buatan hasil olahan minyak bumi.
Masalahnya, polyester hampir tidak bisa menyerap keringat dan aliran udaranya kurang baik.
Akibatnya, keringat lebih lama menempel di kulit dan kain. Kondisi lembap ini menjadi tempat favorit bagi bakteri penyebab bau badan untuk berkembang.
4. Sifon
Sifon dikenal sebagai kain yang tipis, ringan, dan terlihat anggun. Banyak digunakan untuk blouse atau gamis.
Namun, sifon umumnya juga terbuat dari bahan sintetis seperti polyester.
Ketika terkena keringat, kain ini justru menempel di kulit dan membuat rasa gerah semakin kuat.
Karena keringat tidak terserap dengan baik, bau di area ketiak pun lebih mudah muncul.
Jika kamu sudah rutin memakai deodoran dan menjaga kebersihan tubuh tetapi bau ketiak masih mengganggu, coba periksa kembali bahan pakaian yang sering kamu pakai.
Sebaiknya pilih kain yang lebih ramah untuk kulit dan keringat, seperti katun atau bahan berbasis serat alami yang lebih adem dan menyerap keringat.
Dengan mengganti jenis kain yang digunakan sehari-hari, kamu bisa mengurangi risiko bau ketiak dan lebih nyaman saat beraktivitas. (rani)
Editor : Ali Mustofa