Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Jangan Salah Pilih, Kenali Bedanya Antiperspiran dan Deodorant

Redaksi Radar Kudus • Jumat, 5 Desember 2025 | 18:03 WIB
Ilustrasi Penggunaan Deodorant
Ilustrasi Penggunaan Deodorant

RADAR KUDUS - Banyak orang menganggap antiperspiran dan deodoran adalah produk yang sama.

Padahal, keduanya memiliki fungsi yang berbeda untuk mengatasi masalah di area ketiak.

Jika kamu sering merasa bingung harus memilih yang mana, penting untuk memahami perbedaan keduanya terlebih dahulu agar tidak salah pilih.

Baik antiperspiran maupun deodoran memang sering digunakan untuk mengurangi bau badan dan keringat. Namun cara kerjanya tidak sama.

Apa Saja Perbedaannya?

1. Deodoran: Mengatasi Bau Badan

Deodoran digunakan untuk membantu menghilangkan bau ketiak.

Produk ini bekerja dengan cara menghambat dan membunuh bakteri yang menjadi penyebab utama munculnya bau tidak sedap pada tubuh, terutama di area ketiak.

Perlu diketahui, keringat sebenarnya tidak berbau. Bau muncul karena keringat bercampur dengan bakteri di permukaan kulit.

Nah, deodoran membantu mengurangi jumlah bakteri tersebut sehingga bau bisa ditekan.

Biasanya deodoran juga memiliki aroma wangi untuk memberikan kesan segar lebih lama.

Jadi, kalau masalah utamamu adalah bau badan, deodoran adalah pilihan yang tepat.

2. Antiperspiran: Mengurangi Keringat Berlebih

Berbeda dengan deodoran, antiperspiran berfungsi untuk mengurangi jumlah keringat yang keluar dari tubuh.

Produk ini bekerja dengan cara menghambat kinerja kelenjar keringat di area ketiak.

Antiperspiran biasanya mengandung zat aktif tertentu yang membantu menutup saluran keringat sementara, sehingga produksi keringat bisa berkurang selama satu sampai dua hari.

Karena itulah, produk ini cocok digunakan oleh orang yang sering mengalami keringat berlebih, terutama saat cuaca panas atau saat beraktivitas berat.

Namun, antiperspiran tidak membunuh bakteri penyebab bau. Jadi, jika keringat sudah bercampur dengan bakteri, bau tetap bisa muncul.

Jadi, Mana yang Lebih Baik?

Jawabannya tergantung pada kebutuhan masing-masing:

Produk kombinasi biasanya cocok untuk orang dengan tingkat keringat normal.

Namun, untuk orang yang berkeringat sangat banyak, sebaiknya memilih antiperspiran khusus yang memang dibuat untuk mengontrol produksi keringat secara maksimal.

Selain memilih produk yang tepat, jangan lupa untuk tetap menjaga kebersihan (mandi teratur, mengganti baju, serta mencukur bulu ketiak) agar masalah bau badan bisa diatasi dengan lebih efektif. (rani)

 

Editor : Ali Mustofa
#gaya hidup #lifestyle #antiperspiran #body care #deodoran #bau badan