Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati pedoman media siber Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Padel Fever, Olahraga Baru yang Sekaligus Jadi Ruang Nongkrong Kaum Urban

Intan Maylani Sabrina • Sabtu, 29 November 2025 | 12:12 WIB
LIFESTYLE: Komunitas menengah atas saat  rurin berolahraga padel.
LIFESTYLE: Komunitas menengah atas saat rurin berolahraga padel.

DEMAM padel makin terasa di berbagai kota. Lapangan-lapangan baru bermunculan, komunitasnya tumbuh cepat, dan suasananya yang fun membuat banyak orang langsung jatuh hati.

Salah satunya Atina Arifina, yang baru sebulan menekuni olahraga ini namun sudah menganggap padel sebagai bagian dari gaya hidupnya.

Atina mengaku awalnya hanya penasaran. Teman-teman tenisnya sudah lama mengajaknya main, dan rasa penasaran itu makin besar saat ia melihat lapangan padel di sebuah mal dekat rumahnya. “Lihat orang main padel kok seru. Akhirnya nyobain deh,” tuturnya.

Fina pun langsung memiliki kesan Pertama terhadap permainan tersebut. Karena dirasa mudah, Seru, dan penuh Interaksi.

"Awalnya tanpa coaching dan hanya diarahkan teman," imbuhnya.

Atina cukup cepat mengikuti ritme permainan. Ia merasakan padel jauh lebih mudah dibanding tenis, baik dari teknik maupun perlengkapannya. Yang membuatnya terpikat justru suasana sosial yang muncul selama sesi latihan atau fun match.

“Di tenis itu biasanya kita datang, coaching, main, selesai ya pulang. Kalau padel, sebelum main ada snack dulu, dan setelah main kita saling kenalan. Komunitasnya campur, jadi benar-benar jadi ruang buat nambah teman,” katanya.

Sistem lapangan yang dimainkan bergantian juga memberi waktu jeda untuk ngobrol, mencairkan suasana, dan membuka relasi baru.

Meski masih terbilang pemula, padel sudah memengaruhi rutinitas hariannya. Ia merasa lebih fresh, lebih bahagia, dan selalu penasaran untuk naik level.

"Aku happy karena nemu aktivitas baru. Badan lebih seger, terus banyak wawasan baru dari teman-teman,” ujarnya.

Menurutnya, salah satu alasan padel cepat naik daun adalah karena mudah diikuti siapa saja. Raketnya ringan, lapangannya tidak sebesar tenis, dan pemain bisa memilih kelas sesuai kemampuan—dari newbie hingga advanced.

Yang menarik, pemainnya didominasi kelas menengah ke atas sehingga padel menjadi ruang networking yang bernilai, terutama bagi Atina yang juga memiliki bisnis.

“Nambah relasi itu penting banget buat aku,” tambahnya.

Soal outfit, Atina lebih suka pakaian simpel yang ringan dan cepat kering, dipadukan dengan rok legging.

KEKINIAN: Olahraga yang lagi tren saat ini.
KEKINIAN: Olahraga yang lagi tren saat ini.

Kadang ia menyesuaikan warna dengan tema event padel yang diadakan club atau penyelenggara. Sepatu bersol datar adalah pilihan utamanya, sementara untuk raket ia memilih bentuk bulat karena lebih stabil untuk pemula.

Fina pun langsung mudah mendapatkan komunitas. Bahkan, komunitas padel di kotanya disebut sangat ramah dan terbuka bagi pemain baru. Atmosfernya santai, fun, dan penuh camilan yang bisa dinikmati sambil menunggu giliran bermain.

“Nggak punya teman main pun nggak masalah. Tinggal daftar di Reclub atau Ayo Indonesia, datang ke lapangan, pasti langsung dapat circle baru,” ujarnya.

Sejak rutin bermain 1–2 pekan sekali, ia merasakan banyak perubahan positif. Fisiknya lebih bugar, mentalnya lebih stabil karena banyak interaksi sosial, dan tentu saja relasi bisnisnya makin luas.

"Padel itu benar-benar membantu jaga work-life balance. Stress berkurang, kerja jadi lebih semangat,” tutur Atina.

Untuk menikmati olahraga ini, biaya sewa lapangan berkisar Rp 85 ribu hingga Rp 300 ribu per orang tergantung club dan jumlah pemain.

Durasi main biasanya 2–3 jam, sudah termasuk ballboys dan snack. Raket bisa bawa sendiri atau sewa seharga Rp 40–50 ribu.

Bagi pemula yang masih minder, Atina punya pesan singkat: jangan ragu. “Coba coaching dulu sebelum mabar. Pasti langsung ketagihan.”

Dan begitulah, padel bukan sekadar tren. Bagi banyak orang, termasuk Atina, olahraga ini pelan-pelan berubah menjadi gaya hidup baru—tempat olahraga, nongkrong, dan membangun jaringan dalam satu rangkaian aktivitas yang menyenangkan.(int)

Editor : Zainal Abidin RK
#padel #lifestyle #grobogan