Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Fenomena Fashion Global dan Munculnya Tren “Ngortis” di Kalangan Anak Muda Indonesia

Redaksi Radar Kudus • Jumat, 28 November 2025 | 20:18 WIB
Cortis
Cortis

RADAR KUDUS - Di tengah derasnya arus globalisasi, budaya populer dari berbagai negara semakin mudah masuk ke kehidupan masyarakat Indonesia.

Salah satu unsur yang paling terasa dampaknya adalah fashion, khususnya yang dipengaruhi oleh dunia hiburan Korea Selatan.

Keberadaan K-Pop, dengan gaya visual para idolnya yang khas, telah menjadi referensi utama bagi banyak remaja dan mahasiswa dalam menentukan identitas penampilan mereka.

Sebagai pusat mode Asia, Korea Selatan terus melahirkan tren fashion yang cepat menyebar melalui media sosial.

Mulai dari streetwear bernuansa santai, pakaian oversized yang memberi kesan bold, hingga aksesori unik yang memperkuat karakter personal—semuanya mudah diadaptasi oleh anak muda Indonesia.

Perkembangan digital membuat batas budaya semakin kabur; gaya berpakaian menjadi bahasa universal yang menghubungkan satu negara dengan negara lain.

Fenomena terbaru yang mencuri perhatian adalah hadirnya boygroup baru bernama Cortis.

Kemunculan mereka langsung menjadi sorotan publik, terutama di TikTok, karena kombinasi musik dan gaya fashion mereka yang dinilai fresh dan berani.

Para penggemar kemudian menciptakan istilah “Ngortis”, sebuah tren berpakaian yang meniru atau mengambil inspirasi dari penampilan Cortis.

Tren Ngortis membuka ruang baru bagi kreativitas. Banyak anak muda menggunakan gaya ini sebagai cara untuk mengekspresikan diri, mencoba padanan busana baru, hingga menunjukkan keberanian dalam bereksperimen.

Namun demikian, tren ini juga membawa catatan penting: dominasi budaya luar berpotensi menggeser identitas lokal jika tidak diimbangi dengan kecintaan pada produk dan gaya khas Indonesia.

Karena itu, mengikuti tren global sebaiknya dilakukan secara kritis.

Generasi muda dapat memadukan inspirasi luar dengan unsur lokal, sehingga lahir gaya yang tetap mencerminkan jati diri Indonesia.

Dengan cara ini, fashion tidak hanya menjadi cerminan globalisasi, tetapi juga ruang dialog antara budaya internasional dan kekayaan nasional.

Pada akhirnya, Ngortis bukan sekadar gaya berpakaian. Ia adalah simbol bagaimana anak muda Indonesia beradaptasi, berinteraksi, dan merespons dinamika global.

Fenomena ini juga relevan dalam pembelajaran Bahasa Indonesia, karena menyentuh aspek bahasa, budaya, identitas, dan perubahan sosial yang terjadi di masyarakat modern. (rani)

Editor : Ali Mustofa
#TREND #CORTIS #COER #Ngortis #viral