RADARKUDUS - Kadang di hidup ini kita ketemu tipe orang yang kalau diajak ngobrol, bikin level kesabaran kita langsung turun 80%.
Kamu jelasin pelan-pelan, kasih contoh, kasih analogi, kasih bukti tapi dia tetap ngeyel kayak kucing yang dikasih tahu jangan naik meja.
Dan lucunya, semakin dia nggak paham, semakin pede dia ngomong. Nah, fenomena menyebalkan ini nama ilmiahnya Sindrom Dunning Kruger.
Singkatnya, ini kondisi ketika seseorang nggak tahu, tapi merasa paling tahu. Pengetahuan minim, tapi kepercayaan dirinya maksimal.
Ibarat baru belajar nyalain kompor, tapi udah merasa bisa ngalahin chef Juna. Atau baru nonton satu video YouTube, langsung ngerasa pantas ngasih kuliah umum.
Yang bikin mendumal adalah, kalau kamu coba jelasin, bukannya tercerahkan, dia malah makin yakin sama pendapatnya sendiri. Kamu ngomong A, dia jawab Z.
Kamu sambungin fakta, dia sambungin feeling. Kamu pake logika, dia pake volume suara. Akhirnya diskusi bukan bikin nambah ilmu, tapi nambah tekanan darah.
Fenomena ini terjadi karena orang yang kemampuan atau pengetahuannya masih rendah sering nggak sadar betapa banyak hal yang sebenarnya belum mereka tahu.
Jadi mereka nggak bisa menilai seberapa “tidak ahlinya” mereka. Ibarat main game baru lima menit lalu bilang, “Ah gampang ini,” padahal tutorial aja belum kelar.
Sementara orang yang benar-benar berilmu biasanya malah sering mikir, “Kayaknya gue belum tahu deh bagian ini,” karena makin dalam mereka belajar, makin keliatan luasnya hal yang belum dipahami. Ironis kan? Yang beneran pinter sering humble, yang belum pinter malah paling ribut.
Dan kalau kamu pernah debat sama orang model begini, kamu pasti pernah ngerasain momen ketika otak kamu berkata, “Udah lah, capek.” Kamu tarik napas, nunduk, terus mikir: “Ya Allah... Kenapa aku mau banget habisin energi buat jelasin ini tadi?” Tapi ya begitulah manusia, ada yang haus ilmu, ada yang haus validasi.
Pada akhirnya, sindrom Dunning–Kruger ngingetin kita bahwa percaya diri itu penting, tapi harus diiringi kesadaran diri. Kalau nggak, ya jadinya sok tahu keliling.
Dan kalau kamu merasa kamu sering ‘nggak yakin’ soal sesuatu, santai justru itu tanda kamu mungkin jauh lebih ngerti dibanding orang yang teriak paling lantang tapi isinya kosong.
Editor : Ali Mustofa