RADARKUDUS - Kamu pasti pernah lihat bayi, lucu, imut, dan kadang nangis tanpa alasan kan?.
Nah, kita semua pernah jadi bayi juga, tapi anehnya, kita tidak inget sama sekali masa itu. Kenapa ya?
Pertama, otak kita waktu bayi itu ibarat smartphone baru tanpa memori cukup.
Bagian yang menyimpan memori jangka panjang yang namanya hippocampus baru “aktif” beberapa tahun kemudian.
Jadi semua pengalaman pertama itu sebenarnya ada, tapi tersimpan di “folder” yang belum bisa kita buka.
Kedua, bayi belum bisa berbicara. Bayi itu cuma bisa nangis, ketawa, atau meringis. Otak kita biasanya menyimpan kenangan lewat cerita atau kata-kata.
Kalau tidak bisa bikin cerita, ya memori itu gampang hilang.
Ketiga, otak bayi itu super plastis, terus membangun koneksi baru dan buang yang lama.
Ibarat rumah yang lagi direnovasi, banyak furnitur lama yang dibongkar supaya yang baru bisa masuk. Jadi wajar kalau memori masa bayi ikut “terhapus”.
Tapi jangan sedih dulu, ada satu hal menarik, emosi bayi lebih tahan lama.
Bayi mungkin tidak ingat detailnya, tapi rasa senang, takut, atau sakit itu tersimpan, dan bisa memengaruhi kita saat besar.
Jadi kalau kamu tiba-tiba geli saat melihat boneka lucu, bisa jadi itu “sisa memori emosional” dari masa bayi.
Intinya, kita pernah menjadi bayi, tapi otak kita belum siap menyimpan “foto-foto masa itu” dalam ingatan jangka panjang.
Jadi, masa bayi itu seperti film rahasia yang hanya bisa ditonton oleh otak bayi sendiri.
Editor : Ali Mustofa