Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati pedoman media siber Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Transparansi Pangan Jepang: Petani Pajang Foto Diri di Kotak Buah dan Sayur Agar Tahu Siapa yang Menanamnya

Nayla Karima • Selasa, 28 Oktober 2025 | 22:50 WIB
Potret foto petani Jepang yang terpampang didepan kota sayur dan buah
Potret foto petani Jepang yang terpampang didepan kota sayur dan buah

RADARKUDUS - Pernah belanja sayuran lalu merasa semuanya terlihat sama, hanya barcode dan harga?

Di Jepang, pengalaman itu mulai berubah. Banyak supermarket kini menempelkan foto petani langsung di kotak buah dan sayur.

Bukan sekadar gimmick, ini cara baru membuat makanan terasa lebih manusia.

Foto tersebut biasanya menampilkan siapa yang menanam, dari wilayah mana produk berasal, dan sedikit informasi tentang proses budidayanya.

Dengan cara ini, konsumen merasa lebih dekat dengan sumber makanan mereka, bukan sekadar mengambil produk anonim dari rak.

Melihat wajah petani membuat produk terasa lebih personal. Konsumen tidak hanya membeli sayuran, tetapi juga menghargai sosok yang bekerja di baliknya.

Efeknya cukup kuat: kepercayaan meningkat, kepedulian terhadap pertanian lokal tumbuh, dan rasa bangga membeli produk daerah sendiri ikut muncul.

Bagi petani kecil, ini menjadi bentuk dukungan nyata. Dengan identitas yang terlihat jelas, mereka memiliki nilai lebih dibanding produk massal tanpa cerita.

Konsumen pun tidak lagi memilih hanya berdasarkan harga, tetapi juga karena merasa terhubung dengan petaninya.

Mengutip dari laman facebook akun @Cecep Hermawan yang memberikan postingan ini membuat para netizen salut akan kebijakan yang unik ini

"Bagus banget nih, ada rasa semacam tanggung jawab dari petani dan kepercayaan dari konsumen," komen dari @Omi Salma.

Ada juga yang berharap Indonesia segera meniru kebijakan seperti petani Jepang

"Indonesia kapan bisa seperti itu? Meniru yang baik, agar petani Indonesia lebih semangat," komen dari @Lia Moms.

Praktik ini berakar dari filosofi teikei yang berkembang sejak era 1960-an. Gerakan ini mendorong hubungan langsung antara petani dan konsumen, dengan prinsip makanan harus punya wajah, bukan sekadar menjadi barang dagangan tanpa identitas.

Dampaknya meluas. Transparansi meningkat, loyalitas konsumen terbentuk, dan komunitas lokal ikut menguat.

Supermarket juga diuntungkan karena dianggap lebih peduli terhadap petani dan rantai pasok yang adil. Dari gerakan sederhana menampilkan foto, lahir ekosistem pangan yang lebih jujur, hangat, dan berkelanjutan.

Editor : Ali Mustofa
#Petani Jepang Perkirakan #petani jepang