Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Dibalik Gaya Hidup Digital, Gen Z Hadapi Krisis Ketenangan Finansial

Redaksi Radar Kudus • Senin, 20 Oktober 2025 | 16:57 WIB

 

Ilustrasi dompet berisi uang rupiah
Ilustrasi dompet berisi uang rupiah

RADAR KUDUS - Dalam beberapa tahun terakhir, topik mengenai tekanan finansial semakin sering dibicarakan, terutama di kalangan generasi muda seperti Gen Z.

Di tahun 2025, fenomena ini menjadi sorotan karena semakin banyak anak muda yang merasa cemas terhadap kondisi ekonomi mereka sendiri.

Gaya hidup digital yang serba cepat, kenaikan biaya hidup, serta budaya perbandingan di media sosial membuat banyak dari mereka mengalami apa yang disebut financial anxiety atau kecemasan berlebih terkait keuangan pribadi.

Kecemasan finansial tidak sekadar rasa takut kekurangan uang, melainkan kekhawatiran yang lebih mendalam—takut gagal menjalani hidup karena hambatan ekonomi.

Banyak anak muda yang terjebak dalam lingkaran perbandingan sosial, merasa tidak cukup sukses hanya karena melihat orang lain tampak lebih mapan di usia yang sama.

Paparan terus-menerus terhadap pencapaian orang lain di dunia maya memperkuat rasa tidak aman dan menimbulkan tekanan mental yang besar.

Fenomena ini tak lepas dari perubahan cara pandang masyarakat terhadap kesuksesan. Dahulu, seseorang dianggap berhasil ketika sudah mencapai kestabilan di usia matang.

Namun kini, di era media sosial, muncul standar baru: sukses di usia muda, memiliki penghasilan tinggi, bisnis sendiri, tabungan besar, hingga rumah pribadi sebelum usia 30 tahun.

Standar yang serba cepat dan tidak realistis ini mendorong sebagian anak muda merasa tertinggal, meskipun mereka sebenarnya sedang berproses sesuai ritmenya sendiri.

Kecemasan terhadap uang tidak bisa dianggap sepele. Jika dibiarkan tanpa penanganan, hal ini dapat memengaruhi kesehatan mental secara serius.

Banyak individu muda yang mengalami stres kronis, gangguan tidur, rasa cemas berlebihan, bahkan burnout akibat terus-menerus memikirkan masalah keuangan. Pikiran soal uang yang tak kunjung reda juga dapat menurunkan konsentrasi dan produktivitas, sehingga berdampak langsung pada kualitas hidup mereka.

Untuk mengatasi hal ini, langkah pertama yang bisa dilakukan adalah meningkatkan literasi finansial serta kesadaran terhadap kemampuan diri sendiri.

Memahami cara mengatur uang, menetapkan prioritas kebutuhan, dan tidak terjebak dalam perbandingan sosial merupakan langkah penting untuk menjaga ketenangan batin.

Fokuslah pada proses dan kemajuan pribadi, bukan pada hasil instan yang sering ditampilkan di dunia maya.

Fenomena financial anxiety menjadi cerminan kondisi emosional Gen Z di tengah tantangan ekonomi dan ekspektasi sosial yang semakin kompleks.

Di era digital yang penuh tekanan, keseimbangan antara stabilitas finansial dan ketenangan mental adalah kunci utama untuk menjalani hidup yang sehat, realistis, dan bermakna. Uang memang bisa dicari, tetapi ketenangan pikiran tidak ternilai harganya. (rani)

Editor : Mahendra Aditya
#kecemasan finansial #finansial #Gen Z #kondisi ekonomi #financial anxiety