Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Hobi Minum Kopi dan Makan Seblak? Waspadai Anemia Mengintai Gen Z

Redaksi Radar Kudus • Rabu, 15 Oktober 2025 | 22:10 WIB

Kopi, Seblak dan Matcha
Kopi, Seblak dan Matcha

RADAR KUDUS - Gaya hidup anak muda masa kini identik dengan minum kopi dan mencoba berbagai kuliner pedas seperti seblak.

Dua hal ini sudah menjadi bagian dari rutinitas harian dan bahkan dianggap sebagai simbol gaya hidup modern.

Namun di balik tren tersebut, para ahli kesehatan mengingatkan bahwa kebiasaan ini bisa berdampak serius terhadap kesehatan, terutama meningkatkan risiko anemia, kondisi kekurangan sel darah merah yang dapat membuat tubuh mudah lelah dan lemas.

 

Baca Juga: Mitos atau Fakta? Seblak dan Ceker Mercon Sebabkan PCOS? Ini Penjelasan Dokter

Kopi dan Matcha Bisa Hambat Penyerapan Zat Besi

Menurut penjelasan praktisi kesehatan, konsumsi kopi berlebihan—terutama yang mengandung kafein tinggi—dapat menghambat proses penyerapan zat besi dari makanan.

Padahal zat besi berperan penting dalam pembentukan hemoglobin, komponen utama sel darah merah yang berfungsi mengedarkan oksigen ke seluruh tubuh.

Kandungan kafein yang berlebihan bisa mengikat zat besi dalam tubuh, sehingga membuat penyerapan nutrisi tersebut menjadi tidak optimal.

Akibatnya, kadar zat besi dalam darah menurun dan memicu anemia defisiensi besi.

Tak hanya kopi, minuman seperti matcha dan teh hijau juga dapat menimbulkan efek serupa jika dikonsumsi berlebihan atau diminum terlalu dekat waktu makan.

 

Baca Juga: Lonjakan Kanker Usus di Kalangan Gen Z & Milenial, Gaya Hidup Jadi Pemicu Utama

Seblak Pedas dan Risiko Perlukaan Lambung

Selain minuman berkafein, kebiasaan mengonsumsi makanan ekstrem seperti seblak super pedas juga berpotensi memicu anemia.

Makanan yang terlalu pedas dapat menyebabkan iritasi bahkan luka kecil pada lambung.

Luka tersebut mungkin tidak langsung terasa, namun dapat menimbulkan perdarahan halus yang berulang.

Jika kondisi ini berlangsung lama tanpa disadari, tubuh akan kehilangan darah sedikit demi sedikit sehingga memperparah risiko anemia.

Karena itu, dokter menyarankan agar konsumsi makanan pedas dibatasi dan diimbangi dengan pola makan yang bergizi.

Dampak Kesehatan yang Lebih Luas

Anemia bukan sekadar membuat tubuh lemas. Kondisi ini dapat menurunkan konsentrasi, memperlambat kinerja otak, dan menurunkan daya tahan tubuh.

Dalam jangka panjang, anemia juga bisa meningkatkan risiko gangguan pada jantung karena jantung harus bekerja lebih keras untuk mengedarkan oksigen ke seluruh tubuh.

Data dari Riskesdas 2018 menunjukkan, sekitar 32% remaja perempuan Indonesia mengalami anemia, dan angkanya bahkan lebih tinggi pada ibu hamil, yaitu mencapai 48,9%.

Fakta ini memperlihatkan bahwa masalah kekurangan zat besi masih menjadi persoalan serius di kalangan perempuan muda, terutama Gen Z yang gaya hidupnya cenderung dinamis dan kurang memperhatikan pola makan seimbang.

Langkah Pencegahan dan Solusi

Untuk mencegah anemia, penting bagi anak muda untuk memenuhi kebutuhan zat besi harian.

Wanita dewasa membutuhkan sekitar 18 mg zat besi per hari, sedangkan remaja perempuan sekitar 15 mg.

Zat besi bisa diperoleh dari sumber alami seperti daging merah, hati ayam, bayam, sayuran hijau, dan kacang-kacangan.

Selain dari makanan, suplemen zat besi juga bisa menjadi solusi tambahan, terutama bagi mereka yang memiliki aktivitas padat.

Kini sudah tersedia inovasi suplemen zat besi berbentuk gummy yang lebih mudah dikonsumsi dan tidak meninggalkan rasa logam di mulut, sehingga lebih disukai oleh kalangan muda.

Contoh Nyata di Kehidupan Sehari-Hari

Bayangkan seorang pelajar yang tiap pagi minum kopi susu kekinian, lalu makan seblak pedas sebagai camilan sore.

Ia sering merasa lelah, sulit fokus belajar, dan wajahnya tampak pucat. Setelah diperiksa dokter, ternyata kadar hemoglobinnya rendah akibat kurang zat besi.

Padahal, kondisi ini bisa dicegah hanya dengan menjaga pola makan, tidak minum kopi berdekatan dengan waktu makan, dan menambah asupan makanan kaya zat besi. (rani)

Editor : Ali Mustofa
#seblak #Gen Z #matcha #penyakit #kopi #Anemia