RADAR KUDUS - Tren baru di TikTok kembali menarik perhatian publik. Disebut sebagai “AI Homeless Man Prank” atau prank gelandangan berbasis kecerdasan buatan, tren ini melibatkan anak-anak yang membuat gambar seolah-olah ada seorang tunawisma masuk ke rumah mereka.
Dengan bantuan aplikasi AI generatif seperti Snapchat dan berbagai alat pengedit gambar lainnya, mereka menciptakan sosok pria tua berpenampilan lusuh dan kotor.
Gambar tersebut dimanipulasi agar terlihat realistis berada di dalam rumah, seperti di ruang tamu atau kamar tidur.
Setelah itu, foto tersebut dikirim kepada orang tua disertai pesan seperti, “Dia bilang kenal dengan Ayah/Ibu, jadi aku izinkan masuk.”
Baca Juga: Viral di TikTok, Begini Langkah Mudah Membuat Miniatur AI dari Foto Pribadi
Orang Tua Kaget dan Panik
Banyak orang tua yang terkejut dan panik setelah menerima foto tersebut. Mereka tidak menyadari bahwa gambar itu hasil rekayasa AI.
Dalam beberapa kasus, sebagian orang tua bahkan sempat menghubungi pihak kepolisian karena mengira anak mereka benar-benar berinteraksi dengan orang asing di rumah.
Tren Viral di TikTok
Video reaksi orang tua terhadap prank ini kemudian diunggah ke TikTok dan dengan cepat menjadi viral.
Tagar #homelessmanprank telah digunakan di lebih dari 1.200 video, beberapa di antaranya mendapatkan jutaan tayangan dan ribuan komentar.
Sejumlah pengguna juga membagikan tutorial cara membuat gambar palsu ini menggunakan fitur AI yang tersedia di media sosial.
Menuai Kecaman dan Peringatan
Tren ini mendapat kritik dari berbagai pihak. Banyak yang menilai bahwa membuat lelucon dengan menggunakan citra tunawisma tidak etis dan dapat memperkuat stigma terhadap kelompok rentan tersebut.
Selain itu, prank ini juga dinilai berpotensi menimbulkan kepanikan dan mengganggu aparat penegak hukum.
Pihak berwenang di Massachusetts bahkan mengeluarkan peringatan publik setelah beberapa laporan darurat diterima akibat prank ini.
Polisi mengingatkan bahwa tindakan seperti itu bisa disalahartikan sebagai kasus perampokan atau ancaman nyata, sehingga menimbulkan risiko keselamatan bagi semua pihak yang terlibat.
Refleksi dan Dampak Sosial
Fenomena AI Homeless Man Prank menunjukkan bagaimana kemajuan teknologi dapat disalahgunakan.
Di satu sisi, teknologi kecerdasan buatan membuka peluang bagi kreativitas digital, namun di sisi lain, tanpa kesadaran etika dan tanggung jawab, penggunaannya dapat menciptakan dampak sosial yang merugikan.
Tren ini menjadi pengingat bahwa dalam era digital, batas antara hiburan dan tindakan yang tidak pantas semakin tipis.
Kesadaran akan etika digital dan empati sosial menjadi kunci agar teknologi tetap digunakan secara positif. (rani)
Editor : Ali Mustofa