Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Banyak yang Tak Tahu Perbedaan Percaya Diri dengan Kesombongan, Begini Penjelasannya!

Ali Mustofa • Selasa, 26 Agustus 2025 | 23:13 WIB

Ilustrasi orang percaya diri
Ilustrasi orang percaya diri

RADAR KUDUS – Dalam kehidupan sehari-hari, rasa percaya diri menjadi modal penting bagi setiap orang untuk meraih kemajuan.

Dengan percaya diri, seseorang lebih mudah menghadapi tantangan dan mengatasi hambatan yang muncul.

Keyakinan terhadap kemampuan diri sendiri akan mendorong lahirnya sikap optimis serta keberanian mengambil risiko.

Baca Juga: 6 Cara Sederhana Bangun Rasa Percaya Diri Setiap Hari yang Bisa Dilakukan

Namun, sering kali istilah percaya diri disalahartikan sebagai kesombongan. Padahal keduanya berbeda.

Kesombongan muncul ketika seseorang merasa dirinya lebih unggul lalu merendahkan orang lain.

Sedangkan percaya diri adalah keyakinan positif bahwa setiap individu memiliki kemampuan untuk berkembang.

Orang yang percaya diri cenderung lebih aktif, bertanggung jawab, dan memiliki pandangan optimis dalam menghadapi persoalan.

Dalam ajaran agama pun, umat Islam dianjurkan memiliki sikap percaya diri serta tidak mudah putus asa.

Meski demikian, tidak semua orang mampu memiliki rasa percaya diri yang tinggi.

Baca Juga: Rahasia Menemukan Hidup Bahagia dan Bermakna dengan 10 Prinsip Kehidupan 

Ada yang justru rendah diri, merasa tidak mampu, minder, gugup, atau canggung dalam situasi tertentu.

Kondisi ini biasanya dipengaruhi pengalaman masa lalu, pola asuh, trauma, atau penindasan yang pernah dialami.

Rasa percaya diri tidak muncul begitu saja, melainkan harus dibangun dan dilatih.

Langkah awalnya adalah mengenali diri sendiri (self awareness).

Dengan kesadaran diri, seseorang dapat memahami kelebihan maupun kekurangannya, serta tahu kapan harus bersikap kritis dan realistis.

Sayangnya, sikap sadar diri sering disalahartikan sebagai rendah diri, padahal keduanya bisa berjalan beriringan.

Baca Juga: Rahasia Hidup Bahagia dan Sukses: Terapkan Konsep CERDAS

Di sisi lain, percaya diri juga harus seimbang. Jika berlebihan, akan menimbulkan sikap arogan atau terlalu yakin (over confident).

Sebaliknya, rasa percaya diri yang terlalu rendah bisa memicu rasa tidak berharga dan membuat seseorang selalu merasa menjadi korban keadaan.

Dalam Islam, kunci keseimbangan itu terletak pada takwa.

Allah SWT memerintahkan umat-Nya untuk senantiasa meningkatkan iman, menjaga niat, dan menyerahkan segala urusan hanya kepada-Nya.

Dengan bekal takwa, manusia akan diberi jalan keluar dari kesulitan, rezeki yang tak terduga, serta perlindungan dari Allah SWT.

Karena itu, niat menjadi faktor penentu setiap amal perbuatan.

Editor : Ali Mustofa
#hambatan #Optimis #niat #percaya diri #kesombongan