Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Tren Workout 12-3-30 vs Jalan Kaki 10 Ribu Langkah per Hari, Mana yang Lebih Efektif?

Redaksi Radar Kudus • Rabu, 9 Juli 2025 | 22:07 WIB
Tren Workout 12-3-30 vs Jalan Kaki 10 Ribu Langkah per Hari, Mana yang Lebih Efektif?
Tren Workout 12-3-30 vs Jalan Kaki 10 Ribu Langkah per Hari, Mana yang Lebih Efektif?

RADAR KUDUS - Berjalan kaki disebut sebagai salah satu bentuk olahraga paling sederhana dan efektif.

Hal ini diungkapkan oleh Dr. Elroy Aguiar, asisten profesor ilmu olahraga dari University of Alabama.

Ia menyebutkan bahwa berjalan adalah aktivitas fisik yang mudah dilakukan tanpa perlu peralatan khusus atau biaya tambahan.

“Karena itulah kami menganggap berjalan sebagai bentuk latihan yang paling direkomendasikan,” ujar Dr. Aguiar, dikutip dari Independent UK, Rabu (9/7/2025).

Namun, belakangan ini muncul tren olahraga baru bernama metode 12-3-30.

Teknik ini dipopulerkan oleh influencer Lauren Giraldo, yang mengklaim berhasil menurunkan berat badan lebih dari 13,5 kg melalui latihan tersebut.

Metode ini dilakukan dengan berjalan di atas treadmill dengan kemiringan 12 derajat, kecepatan 3 mil per jam (sekitar 4,8 km/jam), selama 30 menit.

Giraldo menjelaskan, “Cukup siapkan treadmill, atur kemiringannya ke 12, kecepatannya ke 3mph, lalu berjalan selama 30 menit. Bisa dilakukan di gym maupun di rumah.”

Sebagai penulis kebugaran, Giraldo mengaku awalnya skeptis terhadap metode ini.

Namun setelah mencobanya, ia merasa tertarik membandingkan efektivitasnya dengan rutinitas jalan kaki 10.000 langkah yang sudah lama ia lakukan.

Pandangan Para Ahli

Menurut Dr. Aguiar, metode 12-3-30 meningkatkan intensitas latihan secara signifikan.

“Berjalan di kemiringan lebih tinggi meningkatkan detak jantung, konsumsi oksigen, dan pembakaran energi. Ini membuat latihan lebih menantang dibandingkan berjalan di permukaan datar,” jelasnya.

Meski begitu, ia juga menekankan pentingnya berjalan di luar ruangan.

“Berjalan di alam terbuka memberi manfaat tambahan seperti paparan sinar matahari, interaksi sosial, dan stimulasi mental dari lingkungan sekitar,” tambahnya.

Bagaimana dengan 10 Ribu Langkah Sehari?

Dr. Aguiar mengungkapkan bahwa target 10 ribu langkah sebenarnya berasal dari alat pedometer Jepang pada era 1960-an bernama Manpo-Kei, yang berarti ‘pengukur 10.000 langkah’.

Ia menyebut, angka tersebut lebih merupakan hasil pemasaran ketimbang riset ilmiah.

“Berdasarkan data penelitian, manfaat kesehatan paling optimal sebenarnya diperoleh pada kisaran 8.000 langkah per hari,” ujarnya.

Namun secara pribadi, ia mengaku tetap menjalani 10.000 langkah sehari karena cocok dengan rutinitasnya.

Berjalan kaki, menurutnya, tak hanya baik untuk fisik, tetapi juga membantu memperbaiki suasana hati.

Bahkan, menyempatkan jalan kaki singkat saat istirahat makan siang atau ke minimarket pun memberikan dampak positif.

“Studi dalam Scientific Reports menunjukkan bahwa menghabiskan setidaknya 120 menit per minggu di alam berkaitan erat dengan kesejahteraan mental dan fisik,” papar Aguiar.

Baca Juga: Layar Ponsel Tiba-Tiba Bergaris? Simak Penyebab dan Solusi Mengatasinya!

Namun demikian, ia mengingatkan bahwa jalan kaki santai tanpa tujuan terkadang membuat intensitasnya menurun.

Tanpa sabuk treadmill yang menjaga ritme tetap stabil, kecepatan jalan bisa melambat tanpa disadari.

Dari sisi ilmiah, berjalan dengan kecepatan sekitar 100 langkah per menit dianggap sudah masuk kategori aktivitas intensitas sedang—yang menjadi batas bawah untuk mendapatkan manfaat maksimal dari olahraga. (Octa Afriana A) 

 

 

 

Editor : Ali Mustofa
#Workout #treadmill #Aktivitas fisik #olahraga #jalan kaki