Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati pedoman media siber Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Generasi Z: Cerdas, Gesit, Namun Mudah Lelah? Inilah Fakta Unik Tentang Remaja Masa Kini

Redaksi Radar Kudus • Kamis, 26 Juni 2025 | 17:41 WIB
Ilustrasi anak-anak
Ilustrasi anak-anak

RADAR KUDUS - Sejak kecil, generasi ini sudah akrab dengan perangkat digital, terbiasa melakukan banyak hal sekaligus, dan mahir mencari informasi hanya dalam hitungan detik.

Inilah Generasi Z, kelompok yang lahir sekitar tahun 1997 hingga 2012 dan dikenal memiliki kemampuan belajar yang cepat, penuh kreativitas, serta mudah beradaptasi.

Generasi Z kerap disebut sebagai generasi paling akrab dengan teknologi. Saat butuh jawaban tugas, mereka langsung membuka YouTube.

Baca Juga: Perawatan Alami Serba Bisa, Madu Si Emas Cair untuk Cantik Alami

Ingin belajar riasan wajah, mengedit video, atau mulai usaha kecil? Semua bisa dipelajari dari platform seperti TikTok dan Instagram.

Namun, di balik kecerdasan dan kecepatan mereka dalam menyerap informasi, ada sisi lain yang tak jarang muncul: kelelahan mental dan emosional.

Banyak dari mereka yang sering mengalami overthinking, kehabisan energi secara psikologis, hingga merasa cemas tanpa alasan yang jelas.

Bukan karena mereka rapuh, melainkan karena tantangan zaman yang berbeda. Gen Z tumbuh di era yang serba cepat sekaligus penuh tekanan.

Mereka didorong untuk selalu tampil menarik di media sosial, menguasai banyak hal, dan sering kali harus bersaing bahkan dengan algoritma.

Tekanan lain datang dari harapan sosial. Tak sedikit dari Gen Z merasa mereka harus sukses di usia muda. Jika di usia 20-an belum memiliki bisnis sendiri, dianggap terlambat.

Belum viral? Dicap kurang produktif. Padahal, setiap orang memiliki jalannya masing-masing.

Baca Juga: Gak Cuma Borobudur! Ini 10 Tempat Asyik Liburan Keluarga di Jateng yang Wajib Kamu Kunjungi

Yang menarik, Gen Z cenderung lebih terbuka dalam membahas isu kesehatan mental. Mereka tidak sungkan mengakui saat sedang stres atau butuh waktu rehat.

Aktivitas seperti self healing, me time, dan journaling menjadi bagian dari keseharian mereka. Meski begitu, sikap ini kerap disalahartikan oleh generasi sebelumnya.

Mereka dinilai terlalu manja, terlalu peka, atau kurang tangguh. Padahal, mereka hanya memerlukan pendekatan yang lebih empatik dan manusiawi.

Selain itu, Gen Z cenderung mencari pekerjaan yang memberi fleksibilitas. Bukan semata-mata soal pendapatan, tetapi juga soal makna kerja, lingkungan yang mendukung, serta waktu untuk diri sendiri.

Tak heran jika banyak dari mereka memilih jalur sebagai freelancer, pembuat konten, atau memulai bisnis sejak muda.

Baca Juga: Kuota Haji 2025 Dijual? KPK Periksa Pendiri Uhud Tour, Khalid Basalamah

Dilihat dari sudut pandang positif, Gen Z memiliki semangat untuk berinovasi yang luar biasa.

Mereka tidak takut mencoba hal baru, siap menghadapi kegagalan, dan mampu bangkit dengan cepat.

Meski begitu, mereka tetap memerlukan dukungan, bukan tekanan.

Orang tua, pendidik, dan pemimpin hendaknya mencoba memahami cara berpikir mereka, karena menyamakan mereka dengan generasi terdahulu justru bisa menciptakan jarak.

Pendekatan yang terlalu kaku hanya akan membuat mereka menjauh.

Gen Z perlu diajak berdialog, didengarkan opininya, dan diberikan ruang untuk berekspresi.

Sebab, dengan kesempatan yang tepat, mereka bisa menjadi agen perubahan yang hebat.

Untuk kamu yang termasuk bagian dari Gen Z, ingatlah: menjadi cepat itu bagus, tapi menjaga keseimbangan juga penting.

Cerdas itu keren, namun tahu kapan harus beristirahat jauh lebih bijaksana. (Octa Afriana A)

Editor : Ali Mustofa
#kesehatan mental #Gen Z #platform #teknologi #youtube #Remaja Masa Kini