Rahasia Wewangian Tahan Lama: Teknik Layering yang Jadi Favorit Gen Z
Redaksi Radar Kudus• Selasa, 17 Juni 2025 | 23:07 WIB
Contoh Parfum layering
RADAR KUDUS - Dunia parfum tak lagi sekadar soal memilih satu botol favorit.
Kini, semakin banyak orang terutama dari generasi muda menemukan cara baru untuk menciptakan wangi yang khas dan tahan lama teknik pelapisan aroma, atau yang dikenal dengan istilah fragrance layering.
Tren ini berkembang pesat sebagai bentuk ekspresi diri. Pelapisan aroma memungkinkan seseorang meracik sendiri identitas wewangian mereka, menciptakan sensasi unik yang tak bisa ditemukan dalam satu jenis parfum saja.
Pelapisan aroma merupakan teknik mencampur beberapa produk wewangian secara berurutan untuk membentuk harmoni wangi yang lebih kompleks.
Biasanya, urutan ini dimulai dari produk dengan aroma ringan seperti sabun atau body wash, lalu dilanjutkan dengan lotion, body mist, dan ditutup dengan parfum utama.
Langkah-langkah pelapisan Aroma
Awali dari Sabun atau Body Scrub Beraroma Lembut Hindari wangi yang terlalu kuat agar tidak mengganggu lapisan berikutnya.
Gunakan Lotion untuk Mengunci Aroma Kulit yang lembap mampu menahan wangi lebih lama dibanding kulit kering.
Semprotkan Body Mist sebagai Lapisan Dasar Pilih yang beraroma ringan dan segerakan pemakaiannya setelah mandi.
Tambahkan Eau de Parfum di Titik Nadi Ini adalah wangi inti yang akan menempel paling lama di kulit.
Gunakan Hair Mist (Opsional) Untuk sentuhan akhir, semprotkan parfum rambut yang serasi.
Kenali Struktur Aroma: Top, Middle, dan Base Notes, untuk menyusun aroma secara harmonis, penting memahami struktur wewangian:
Top Notes: Aroma pembuka yang langsung tercium (misal: lemon, bergamot, peppermint).
Middle Notes: Inti dari wewangian yang bertahan setelah top notes hilang (seperti: mawar, jasmine, lavender).
Base Notes: Aroma yang muncul paling akhir dan bertahan paling lama (misal: amber, musk, sandalwood, vanila).
Kunci layering yang sukses adalah memadukan aroma dari setiap kategori agar menghasilkan perpaduan yang tidak saling bertabrakan.
Misalnya, aroma citrus sebagai top note cocok dikombinasikan dengan floral di middle note dan woody pada base note. (Labib Azka)