RADAR KUDUS - HARGA emas yang sudah hanpir menyentuh angka Rp 2 juta membuat masyarakat antusias untuk membelinya.
Instrumen ini, dinilai cocok untuk investasi jangka panjang jika memperhatikan grafik kenaikan yang cenderung positif.
Melansir website resmi Pegadaian, sampai dengan Sabtu (26/4) harga jual produk emas dari Galeri 24 berada diangka Rp 1,963 per gram, Antam berada diangka Rp 2,048 juta per gram, dan UBS seharga Rp 1,991 juta per satu gram.
Harga tersebut pun disambut antusias masyarakat. Di Pegadaian Cabang Rembang, misalnya yang mengalami kenaikan transaksi sekitar 25 persen jika dibandingkan dengan awal tahun lalu.
Kepala Pegadaian Rembang Ilham Apriyanto Mustaqim menyampaikan, investasi emas bisa bersifat menjaga kekayaan agar tidak terdampak inflasi.
Sebab, nilai jual instrumen investasi ini cenderung mengalami peningkatan. "Karena emas akan menutup inflasi," katanya.
Ilham sendiri memiliki pengalaman pribadi dalam berinvestasi emas. Dia memberikan gambaran, jika sejak 2007 sampai sekarang memang harga emas mengalami naik turun.
Contohnya pada 2012, terjadi penurunan harga emas dari sekitar Rp 500 ribu turun menjadi Rp 400 ribu.
Meki demikian, setelah itu secara bertahap emas mengalami kenaikan hingga pada 2021 menjadi Rp 1 juta.
Emas kembali mengalami sedikit penurunan menjadi Rp 900 ribu pergram. Hingga saat ini kembali melejit sampai hampir menyentuh Rp 2 juta.
Sehingga, bagi Ilham, investasi emas cocok untuk jangka panjang. "Ada grafiknya yang turun, tetapi kalau jangka pendek akan mengalami kerugian," jelasnya.
Ia menjelaskan, jika investasi emas memiliki keunggulan dibandingkan instrumen investasi lain. Yakni, mudah dijual dalam waktu cepat.
"Kalau emas, dibawa ke Pegadaian laku, dibawa ke pinggir jalan laku, ke toko emasnya laku.
Secara logika proses untuk mencairkan lebih mudah. Tetapi, kalau berharap jangka pendek, emas tidak menguntungkan," jelasnya.
Dengan adanya fenomena kenaikan harga emas, kata Ilham, masyarakat semakin antusias untuk mengalihkan tabungannya menjadi investasi emas.
Hal ini juga terjadi di pegadaian Rembang yang mengalami kenaikan transaksi dibandingkan dengan awal tahun lalu. Pihaknya juga terus mengedukasi masyarakat tentang pentingnya berinvestasi. (vah)
Editor : Mahendra Aditya