Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Dulu YOLO Sekarang YONO, Inilah Istilah Baru yang Ngetren di Kalangan Anak Muda

Fairus Salsabila Zahro • Senin, 13 Januari 2025 | 18:35 WIB
Ilustrasi belanja (Foto : AS Photography/Pexels)
Ilustrasi belanja (Foto : AS Photography/Pexels)

RADAR KUDUS - Setelah sempat ramai dengan istilah YOLO atau berarti You Only Live Once, kini banyak muncul lawan kata dari YOLO tersebut, yaitu YONO. Istilah ini cukup banyak diperbincangkan di kalangan anak muda. 

Ketika masih ramai dengan istilah YOLO, istilah ini sering dipakai untuk mendorong orang lain supaya tak menyia-nyiakan hidup yang hanya sekali itu.

Akan tetapi, hal tersebut lebih merujuk kepada gaya hidup yang dianggap konsumtif. 

Penerapan YOLO yang berlebihan tentu bisa memberi dampak yang negatif.

Ini dikarenakan penerapan YOLO secara berlebihan bisa mengindikasikan bahwa seseorang menjadi tidak mempunyai kontrol terhadap apa yang memang perlu diperhatikan, dibutuhkan, dan diperjuangkan dalam hidup. 

Lalu, sebenarnya apa maksud dari istilah yang sekarang sedang ramai, yaitu YONO?

Istilah YONO berkebalikan dengan arti dari istilah YOLO, yang mana YONO merupakan singkatan dari You Only Need One.

Ini berarti gaya hidup baru yang merujuk kepada upaya mengurangi pengeluaran yang memang betul-betul tak diperlukan. 

YONO mendorong atau memotivasi individu untuk bisa lebih berpikir kritis terkait apa yang betul-betul dibutuhkan.

Filosofi di balik istilah YONO ini menekankan mengenai pentingnya kesederhanaan dan juga kebijaksanaan dalam berbagai aspek kehidupan, terutama tentang pengelolaan konsumsi.

Di dalam hal pengelolaan konsumsi, YONO mengajak untuk tidak bersikap boros.

Terdapat berbagai manfaat dari menerapkan gaya hidup YONO, baik itu manfaat dari segi finansial maupun manfaat dari segi kesejahteraan mental. 

Dari segi finansial, dengan pengelolaan konsumsi lebih efektif, maka tentu seseorang bisa meminimalkan pengeluaran yang tak perlu sehingga bisa lebih banyak menabung.

Sedangkan dari segi peningkatan kesejahteraan mental, bisa mengurangi tingkat stres akibat perilaku belanja berlebihan yang mana itu menjadikan seseorang tersebut tak bisa mengontrol keuangannya dengan baik. 

Selain itu, jika dilihat dari aspek lingkungan, menerapkan gaya hidup YONO juga membantu untuk mengurangi dampak negatif konsumsi berlebihan yang seringkali dapat berakibat pada kerusakan lingkungan. 

Editor : Noor Syafaatul Udhma
#gaya hidup #YONO #tren #YOLO