Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Viral Kasus Bunuh Diri Mahasiswa di Semarang, Kenali Gejala dan Tanda Orang akan Bunuh Diri

Nibros Hassani • Sabtu, 5 Oktober 2024 | 04:12 WIB
Illustari bunuh diri. (RADAR MOJOKERTO)
Illustari bunuh diri. (RADAR MOJOKERTO)

RADAR KUDUS – Belum lama, muncul lagi kasus bunuh diri yang dilakukan oleh mahasiswa Universitas Negeri Semarang (Unnes) bernama Very Ivandi Sinaga, usia 20.

Korban ditemukan tewas gantung diri di kamar kosnya, pada Kamis sekitar pukul 17.45 (3/10/2024).

Ia ditemukan dalam posisi tergantung di dekat kusen pintu kamar dengan kabel wifi yang melilit lehernya.

Baca Juga: Mahasiswa Unnes Bunuh Diri di Kos Gunungpati Semarang, Tinggalkan Surat: Tak Perlu Ada Tangisan karena Aku Produk Gagal yang Tidak Layak Ditangisi

Warga sekitar kos di Gang Pisang RT 02 RW 03, Kelurahan Sekaran Kecamatan Gunungpati Semarang langsung geger.

Kasus bunuh diri di kalangan mahasiswa ini pun bukan kali pertama di Semarang, Jawa Tengah serta Indonesia keseluruhan.

Baca Juga: Tak Disangka, Ternyata Buah Mangga Memiliki 7 Manfaat untuk Kesehatan, Mampu Menurunkan Tekanan Darah hingga Mengurangi Risiko Diabetes

Faktanya, ada banyak hal yang bisa menjadi pemicu orang untuk bunuh diri. Bagi kita yang peduli terhadap orang sekitar, penting untuk mengenali gejala dan tanda-tandanya.

Gejala atau Tanda-tandanya
Melansir dari Into The Light—sebuah komunitas advokasi pencegahan bunuh diri di Indonesia—berikut beberapa tanda atau gejala yang bisa dikenali dan diperhatikan:

1. Membicarakan keinginan bunuh diri
Jika seseorang berkata tentang: Keinginan untuk bunuh diri atau mengakhiri hidup, membicarakan kematian.

Orang tersebut juga seperti ingin pergi jauh/selama-lamanya, merasa tidak ada harapan; putus asa, merasa menjadi beban bagi orang lain, merasa tidak kuat menahan sakit

Baca Juga: 10 Rekomendasi Kompor Gas 1 Tungku Terbaik untuk Dapur Kecil dan Praktis

Baca Juga: Riset: Anak Muda Lebih Suka Baca Berita dari Medsos Ketimbang Portal Media Resmi

2. Membenci dan menghujat diri sendiri
Perhatikan jika seseorang terus-menerus mengeluarkan perasaan negatif terhadap diri sendiri, seperti: Malu, merasa bersalah, hancur, rusak, atau ternoda, tidak berguna, kesepian atau sendirian.

Orang-orang yang merasa memiliki tingkat kepercayaan diri yang rendah juga lebih rentan untuk memiliki pemikiran bunuh diri

Baca Juga: Mengenal Humble Bragging, Istilah Kekinian Merendah untuk Meroket

3. Berencana tentang banyak hal untuk ditinggalkan, seperti: menulis surat pribadi yang mengandung pesan tersirat, atau langsung menulis surat bunuh diri atau surat wasiat.

Orang tersebut juga menjual atau memberikan benda-benda kesayangan, koleksian, atau yang berharga kepada orang lain.

Baca Juga: Trending! Paus Fransiskus Sering Pakai Jam Tangan Casio Harga Rp 100 ribuan, Netizen: Sesederhana Itu

4. Mengucapkan perpisahan
Orang tersebut meninggalkan pesan perpisahan kepada orang-orang yang disayanginya, seolah-olah tidak akan bertemu lagi.

Ia mengatur untuk bertamu atau mengadakan pertemuan secara mendadak untuk mengucapkan perpisahan.

Baca Juga: Tak Disangka, Ini Dia 5 Tanaman Hias Pengusir Kecoak, Salah Satunya Serai

Ia juga mengucapkan perpisahan di akun media sosial, menghapus profil atau akun media sosial secara tiba-tiba

 

Editor : Noor Syafaatul Udhma
#depresi #mahasiswa bunuh diri #kasus bunuh diri di indonesia #info semarang #Unnes #gejala bunuh diri #mahasiswa depresi #bunuh diri