Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Tanam Ijo-Ijo di Pekarangan Rumah: Obat Stres, Kalau Masak Tinggal Petik

Fikri Thoharudin • Minggu, 29 September 2024 | 21:05 WIB

 

HIJAUKAN RUMAH: Iswal menyalurkan hobinya dengan membuat Omah Ijo sebagai laboratorium tanaman-tanamannya.
HIJAUKAN RUMAH: Iswal menyalurkan hobinya dengan membuat Omah Ijo sebagai laboratorium tanaman-tanamannya.

RADAR KUDUS - Banyak cara yang bisa dilakukan sebagai upaya untuk stress release di era modern.

Seiring dengan perkembangan zaman, tindakan yang bisa diambil untuk meringankan hingga melepaskan stres pun semakin beragam.

Menanam dan merawat kebun dapat dijadikan sebagai salah satu pilihannya.

Kendati tidak memiliki banyak ruang, kegiatan ini amat dapat dilakukan meskipun hanya bermodalkan space atau petak-petak pekarangan maupun fasad rumah.

Berkebun dinilai oleh sejumlah pihak sebagai aktivitas yang asik dan menyenangkan.

Salah satunya pencinta tanaman di Kelurahan Demaan Kecamatan Jepara, Iswal. Teras rumahnya dipenuhi berbagai tanaman.

Pekarangan rumah di Jalan Kedung - Jepara, Demaan V, Kelurahan Demaan, Kecamatan Jepara itu mampu dimanfaatkan pria berusia 47 tahun tersebut.

Ia tengah asyik memindahkan tanaman ke polybag berdiameter 15 sentimeter.

Iswal tak sendirian, namun dibersamai oleh sejumlah pemuda setempat maupun asal Desa Senenan Kecamatan Tahunan yang juga tengah belajar berkebun di tempatnya.

Setidaknya sudah sepuluh tahun, atau tepatnya sejak 2014 Iswal mulai berkebun.

Menanam tanaman di pekarangan ruang yang tak lebih dari 100 meter persegi. Kini ratusan tanaman memenuhi pelatarannya.

“Saya suka tanaman, ditambah dengan segmen pemanfaatan lingkungan seiring dengan fenomena global warming. Ya pada awalnya terkait dengan pemanfaatan pekarangan rumah,” ujarnya.

Pada saat awal-awal melakoni aktivitas itu, Iswal memulai dengan menanam tanaman buah dalam pot. Seperti jambu, blimbing, jeruk, kelapa, dan sejenisnya.

Menurutnya aktivitas yang bersinggungan dengan kegiatan tanam menanam ampuh dalam meningkatkan ketenteraman hidup.

Menyaksikan tanaman yang ditanam tumbuh, besar, berbuah, dan bisa dipanen menimbulkan kepuasan batin tersendiri.

Tak hanya itu, aktivitas dari yang awalnya sekadar hobi tersebut kini juga bertranformasi sebagai sebuah unit usaha yang berkelanjutan.

“Dari tanaman hortikultura seperti cabai, tomat, terong, dan sayuran lain hingga tanaman hias baik untuk indoor maupun outdoor. Namun yang menjadi acuan aktivitas ini tetaplah hobi,” catatnya.

Meskipun aktivitas yang dilakukan cenderung sederhana, akan tetapi kesan dan manfaat yang dirasakan sangat banyak.

“Saya juga sering mengisi kelas belajar dengan semangat ayo menanam sejak sepuluh tahun yang lalu. Pesertanya ya dari anak-anak kampung maupun anak-anak sekolah dasar dan menengah,” jelas Iswal.

Unit usaha yang dijalankannya, seperti menjual media tanam instan maupun bibit sayur maupun buah dimaksudkan sebagai upaya yang memasifkan gerakan tersebut.

“Katakanlah sebagai perantara untuk dapat menanam tanaman di lingkungan masing-masing. Misalnya jika ada orang yang memerlukan media tanam bisa beli di sini dengan harga terjangkau,” katanya.

Di satu sisi, Iswal juga terinspirasi dari orangtuanya yang merupakan seorang petani.

“Ayah saya umurnya 97 tahun, kakek di atas 100 tahun. Kegiatan ini saya jadikan suplai energi untuk mengingat bapak yang seorang petani, sekaligus stimulan agar dapat awet muda,” sebutnya.

Tak tanggung-tanggung, acapkali dalam pemenuhan bumbu dan bahan masakan Iswal hanya memetik dari kebun yang berada di depan rumah.

“Karena menanam lebih mulia daripada mencuri buah tetangga,” kekehnya sembari mengenang masa kecil.

Termasuk bagi pekerja yang bekerja hanya di dalam ruangan. Kehadiran tanaman-tanaman indoor memberikan suntikan semangat tersendiri.

Saat ini Iswal juga menyediakan berbagai biji atau benih sayuran dan buah dengan harga terjangkau.

“Energi, ruang gerak dan suplai udara jadi penuh dengan hal-hal yang positif. Memandang hijau-hijau (tanaman, Red) mendatangkan kesan yang menenteramkan. Aktivitas ini kan juga bisa dilakukan sambil lalu, ditinggal bersekolah atau bekerja memungkinkan,” ajaknya. (fik/war)

Editor : Ali Mustofa
#lingkungan #jepara #pekarangan #kebun #Polybag #petani #Menanam #tanaman