RADAR KUDUS – Indonesia memiliki 7 presiden sejak merdeka pada tahun 1945.
Presiden-presiden Indonesia ini memiliki weton yang berbeda sekaligus berbeda sifat dan karakter yang berbeda pula.
Berikut 7 Weton Presiden Indonesia
- Soekarno (Kamis Pon)
Soekarno merupakan presiden pertama Indonesia sekaligus pahlawan Indonesia.
Sukarno terkenal tegas dan pemimpin ulung.
Dia dikenal sebagai julukan Sang proklamator dan Singa Podium.
Baca Juga: 4 Weton Tunggak Semi, Mudah Kaya, Seumur Hidup Tak Pernah Susah dan Selalu Beruntung
Singa Podium yang dimaksud yakni Soekarno mampu menginspirasi dan membakar semangat warga Indonesia dengan pidato-pidatonya yang berapi-api.
Saat bertemu dengan presiden dari negara lain, dia sangat percaya diri mengemukakan pendapatnya.
Kemampuan bahasa Inggris dan bahasa Belandanya juga bagus. Tak heran, Soekarno disegani oleh presiden dari negara lain.
Soekarno diketahui lahir pada tanggal 6 Juni 1901. Sesuai Primbon Jawa, Soekarno memiliki weton Kamis Pon dengan jumlah neptu 15.
Orang dengan weton Kamis Pon memiliki pemikiran yang cerdas, suka mempelajari hal baru, rasa ingin tahunya besar, dan memiliki cita-cita tinggi.
- Soeharto (Rabu Kliwon)
Soeharto merupakan presiden kedua Indonesia yang memerintah selama 30 tahun. Soeharto memiliki karakter tegas dan serius dalam mengurus pembangunan dan ketahanan pangan nasional.
Soeharto bapak terkenal sebagai pembangunan. Sebab selama memimpin, Soeharto membentuk rencana pembangunan lima tahun (Repelita) sejak 1969 hingga 1994.
Sebelum menjadi presiden, Soeharto merupakan Jenderal Besar TNI Purn. Dia lahir di Kemusik, Argomulyo, Godean, sebelah Barat Kota Jogjakarta pada tanggal 8 Juni 1921. Soeharto memiliki weton Rabu Kliwon.
Weton ini dikenal sebagai pemikir ulung yang memiliki sikap lembut dan kemampuan mengemukakan pendapat yang baik.
- J.Habibie (Kamis Legi)
Bacharuddin Jusuf Habibie merupan presiden ketiga Indonesia. Sebelumnya BJ Habibie menjabat sebagai Wakil Presiden menggantikan Tru Sutrisno. Setelah itu BJ Habibie menggantikan Soeharto setelah mundurnya diri sebagai presiden.
BJHabibie merupakan lulusan Institit Teknologi Bandung jurusan teknis mesin. Setelah itu, dia melanjutkan di RWTH Aachen University dengan spesialisasi konstruksi pesawat terbang.
Baca Juga: 3 Weton yang Dinaungi Khodam Para Raja Jawa, Dikenal Kharismatik, Berwibawa, dan Mudah Kaya
Setelah lulus, dia mengabdikan diri di dunia penerbangan Indonesia.
BJ Habibie berhasil merancang pesawat Dornier DO-31 yang merupakan pesawat angkut pertama di dunia yang melakukan penerbangan secara vertikal dengan menggunakan teknologi Vertical take Off & Landing (VTOL)
Meski proyek pesawat ini dibatalkan karena biaya yang mahal, rencana rencana pesawat ini dibeli NASA.
Tak hanya itu BJ Habibie juga membuat pesawat N250 Gatotkaca.
BJ Habibie lahir pada tanggal 25 Juni 1936. Dia memiliki weton Kamis Legi dengan Jumlah neptu 13.
Orang dengan weton ini memiliki cita-cita mulai dan kemampuan untuk melihat prospek jangka panjang.
- Abdurrahman Wahid (Gus Dur) (Sabtu pahing)
Gus Dur menjadi presiden ke-4 RI. Presiden satu ini merupakan sosok luar biasa dan menginspirasi yang terkenal dengan kata-kata “Gitu Aja Kok Repot”.
Gus Dur merupakan cucu KH. Hasyim Asyari, pendiri organisasi Nahdlatul Ulama (NU) sekaligus pendiri Pesantren Tebu Ireng Jombag, Jawa Timur.
Ayahnya KH. Wahid Hasyim merupakan Menteri Agama pertama Indonesia.
Sebagai tokoh, Gus Dur sangat dihormati dari berbagai kalangan. Tidak hanya Islam, tetapi juga Tionghoa Indonesia.
Alasan Gus Dur membela Tionghoa yang melakukan tindakan diskriminatif di Indonesia.
Untuk menghilangkan diskriminasi terhadap masyarakat Tionghoa, Gus Dur mengeluarkan keputusan Presiden Nomor 6 Tahun 2000 yang berisi memperbolehkan masyarakat Tionghoa menyelenggarakan kegiataan keagamaan, kepercayaan, dan adat istiadat.
Gus Dur lahir pada tanggal 7 September 1940. Dia memiliki weton Sabtu Pahing dengan jumlah neptu 18. Weton ini diketahui memiliki kebijaksaan dan memahami berbagai perspektif.
- Megawati Sukarno Putri (Kamis Wage)
Megawati Soekarno Putri merupakan satu-satunya presiden perempuan Indonesia hingga saat ini. Dia merupakan presiden kelima Indonesia yang merupakan putri dari Soekarno.
Megawati tercatat sebagai Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan sejak 1999 hingga sekarang.
Sebelum menjadi presiden, Megawati menjadi Wakil Presiden Gus Dur.
Megawati lahir pada tanggal 23 Januari 1947. Dia memiliki weton Kamis Wage dengan jumlah neptu 11. Orang dengan weton ini memilliki sifat kepemimpinan dan kemampuan menginspirasi orang lain.
Baca Juga: 5 Weton Idu Geni, Ucapan dan Sumpahnya Bisa Jadi Kenyataan, Hati-Hati Jaga Ucapan
- Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)
Susilo Bambang Yudhoyono merupakan presdien ke-6 Indonesia yang memimpin selama dua periode (10 tahun).
Yakni sejak 20 Oktober 2004 hingga 20 Oktober 2014.
Sebelum menjadi presdien, SBY memulai karir sebagai TNI hingga diangkat menjadi Jenderal berbintang empat.
Pada masa pemerintahan Presdien Gus Dur dia menjabat sebagai Menko Polsoskam.
Pada pemerintahan Presdien Megawati Soekarno Putri, SBY menjawab sebagai Menko Polhukam.
SBY lahir pada tanggal 9 September 1949.
Dia memiliki weton Jumat Kliwon dengan jumlah neptu 16.
Weton ini dikenal dengan kemampuan analitis dan kepemimpinan yang kuat.
- Joko Widodo (Jokowi)m (Selasa Pon)
Jokowi merupakan presiden ke-7 Indonesia yang menjabat sejak terpilih pada tahun 2014.
Sebelum menjadi presiden, Jokowi menjadi seorang pengusaha kayu dan eksportir.
Kemudian Jokowi terpilih sebagai Wali Kota Surakarta pada tahun 2005.
Baca Juga: Sakti dan Memiliki Energi Besar, Inilah 5 Weton yang Ditakuti Dukun dan Jin Menurut Primbon Jawa
Setelah itu Jokowi semakin populer hingga terpilih menjadi Gubernur Jakarta didampingi Wakilnya Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok.
Jokowi lahir pada tanggal 21 Juni 1961. Dia memiliki weton Selasa Pon dengan jumlah neptu 10.
Orang dengan weton ini memiliki karakter pekerja keras dan kemampuan beradaptasi di berbagai situasi.
Itulah weton 7 presiden Indonesia, mulai dari Soekarno hingga Joko Widodo. Apakah wetonmu mirip dengan presiden Indonesia?
Editor : Noor Syafaatul Udhma