RADAR KUDUS - Dalam sejarah budaya Tiongkok kuno, tidur di atas bantal keras menjadi praktik yang tidak hanya mengandung nilai simbolis, tetapi juga memiliki manfaat bagi kesehatan dan spiritualitas mereka.
Meski kita mungkin terbiasa dengan bantal yang lembut dan nyaman, para leluhur di Tiongkok menghargai bantal-bantal keras yang terbuat dari bahan seperti porselin, rotan, atau bahkan kayu.
Pada zaman Dinasti Song (960-1270 M), bantal keramik menjadi sangat populer di kalangan masyarakat.
Tren ini bahkan dimulai sejak zaman Dinasti Sui, di mana iklim panas mendorong penggunaan bantal keramik untuk menjaga kehangatan kepala saat tidur, sambil tetap mengurangi rasa gerah.
Baca Juga: 7 Fakta Unik dan Menarik Tentang Perda Pengemis dan Pemberi di Kudus Bisa Didenda Rp 50 Juta
Bantal-bantal ini sering didekorasi dengan motif bayi atau bunga teratai, sering kali dijadikan hadiah pernikahan sebagai simbol harapan akan kehidupan pernikahan yang bahagia dan keluarga yang mempengaruhi banyak keturunan.
Selain kegunaannya dalam menjaga kesejukan dan menghias pernikahan, bantal-bantal keras ini juga diyakini memiliki kekuatan spiritual untuk mengusir roh jahat.
Motif singa yang sering terdapat pada bantal-bantal ini dipercaya membawa keberuntungan dan energi spiritual yang kuat, mampu melindungi orang yang tidur dari gangguan spiritual negatif.
Selain sebagai benda pelindung spiritual, bantal keras juga digunakan dalam ritual berkabung dengan sebutan zhenkuai atau balok bantal.
Zhenkuai adalah bantalan keras yang digunakan untuk menghindari kenyamanan berlebihan saat tidur, mengingatkan pada pentingnya tetap terjaga dalam proses keringat.
Meskipun zaman telah berubah dan bantal-bantal modern kini lebih umum digunakan, tradisi tidur di atas bantal keras ini tetap memberikan pandangan yang menarik tentang kearifan nenek moyang dalam menghadapi berbagai aspek kehidupan sehari-hari.
Bagi masyarakat China kuno, tidur di atas bantal keras bukan hanya tentang kenyamanan fisik, tetapi juga tentang menjaga keseimbangan spiritual dan persiapan untuk menghadapi tantangan hidup yang ada.(mahendra)