Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Begini Tips #Cari_Aman Belajar Potensi Bahaya

Ali Mustofa • Jumat, 26 Juli 2024 | 01:36 WIB
Photo
Photo

SEMARANG - Kasus kecelakaan yang melibatkan salah satu wisudawan termuda dari universitas ternama di Kota Semarang, menyisakan duka yang mendalam.

Menurut info dari berbagai sumber, kendaraan yang dikendarai benturan dengan bagian kanan belakang mobil.

Ini menyebabkan korban terjatuh dengan posisi akhir berada di jalur lawan arah. Bersamaan melintas mobil minibus ukuran sedang melintas.

Sebelum benturan terjadi diawali kendaraan korban datang dari arah atas (turunan) dengan kondisi jalan menikung ke arah kanan.

Kejadian tersebut bisa kita ambil pelajaran, mulai dari jalan yang menurun dan menikung panjang.

Di kiri dan kanan jalan juga terdapat pepohonan serta permukaan jalan terbuat dari beton yang yang rata dan mulus.

Informasi yang dikumpulkan dari pemberitaan adalah kendaraan dari arah atas menuju kebawah menurun dan kemudian terjadi benturan.

Potensi bahaya dari kondisi dan situasi tersebut adalah adanya blindspot menuju tikungan.

Jika tidak mengontrol kecepatan, tanpa sadar kecepatan naik karena jalan mulus rata menurun dan terang (khas permukaan jalan beton).

Kombinasi jalan menurun panjang dan kondisi blindspot adalah kombinasi berbahaya.

Kemungkinannya adalah kecepatan sudah tinggi dan situasi depan tertutup pepohonan karena lengkungan tikungan.

Sehingga setelah menikung ada mobil berhenti karena macet sehingga tidak cukup untuk jarak untuk mengerem.

Atau kemungkinan lain adalah salah mengantisipasi, yang awalnya berniat menyalip namun arah berlawanan ada kendaraan yang sedang menanjak.

Jalan menurun selain kecepatan makin tinggi juga terjadi peningkatan momentum yang berdampak mempengaruhi inersia kendaraan.

Ini berujung jarak pengereman jauh lebih panjang dibanding dikecepatan yang sama dijalur lurus.

Demikian halnya dengan kendaraan menanjak ada kemungkinan mempertahankan rpm tertentu agar tidak kehilangan tenaga saat menanjak sehingga memiliki kecepatan.

Andai kita mundur sebelum kejadian dengan membiasakan diri selalu mencari potensi-potensi bahaya dari situasi dan kondisi dari kejadian sebelumnya, maka kecelakaan ini bisa dicegah.

Dalam kasus ini dianjurkan untuk memantau kecepatan di speedometer dan mengontrol kecepatan agar selalu memiliki jarak untuk bereaksi dan tindakan pencegahan atau penyelamatan dikondisi jalan seperti itu.

Dan yang perlu diingat adalah momentum kendaraan karena jalan menurun juga meningkat.

Sebagai referensi bahwa dikecepatan 40 KM/jam, pengendara harus melihat sejauh 30 meter kedepan agar mampu mengerti dan memahami situasi yang ada dan mampu mengambil keputusan yang tepat, dan jika kecepatan bertambah maka jarak pandang harus semakin jauh.

Jika kondisinya pandangan terhalang blindspot (titik buta), maka tindakannya adalah menurunkan kecepatan, waspada perhatikan jauh didepan dan selalu mencari potensi bahaya yang apa saja bisa terjadi.

“Kita bisa meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bahaya dengan mengikuti training keselamatan berkendara atau yang paling mudah menggunakan alat simulasi Honda Riding Trainer untuk berlatih potensi bahaya,” ujar Oke Desiyanto Senior Instruktur Safety Riding Astra Motor Jawa Tengah. (lia/*)

Editor : Ali Mustofa
#mobil #kendaraan #benturan #Astra Motor #bahaya #kecelakaan #pengendara