FASHION hijab kian menjadi gaya hidup bagi seorang muslim. Bukan hanya sebagai penutup kepala, tak jarang turut menjadi bentuk aktualisasi diri.
Sehingga menjadi fenomena lifestyle bagi kaum hawa.
Belakangan ini muncul istilah hijab premium, yang disematkan pada hijab dengan bahan premium, pattern yang indah serta limited edition.
Pasar hijab premium lokal sangat berkembang, mulai dari brand ButtonScarves, Heaven Lights, Wearing Klamby, Kamiidea, Vanilla Hijab, Ria Miranda, Alur Cerita, Edoba, hingga Mahdisscraft.
Harga yang dibanderol pun bervariasi, mulai dari Rp 150 ribu hingga Rp 400 ribu.
Tak hanya itu, terkadang kita harus rela mengantre untuk bisa mendapatkan hijab premium tersebut.
”Pernah 2019 dulu booming banget tuh yang scraf Wearing Klamby belum seramai sekarang," ujar salah satu pengoleksi hijab premium, Rachmadani.
"Sekarang dapatinnya harus nge-war, bahkan harga jasa titip (jastip) sungguh mahal. Akhirnya saya ikut buka jastip, karena memang beneran dapatinnya susah,” jelasnya.
Meski punya cukup banyak koleksi hijab premium di lemari. Rachmadani tak serta merta konsumtif dan kalap mata.
”Kalau isi lemari sudah penuh ya belum beli lagi. Karena kalau nurutin fashion nggak ada habisnya. Toh, kebetulan yang saya beli kualitasnya bagus," lanjutnya.
"Memang harga lumayan tapi cukup awet bertahun-tahun. Padahal beli sudah sejak 2016-2017 masih bagus sampai sekarang,” imbuhnya.
Sedangkan, salah satu pebisnis hijab premium asal Kabupaten Grobogan, Isnadora, mengungkapkan turut melantai dalam pasar hijab premium di Indonesia.
Brand Edoba menjadi salah satu merek lokal yang kini digandrungi kalangan menengah atas.
“Mengikuti pangsa pasar ya. Meski di kota kecil tapi berani membuka brand hijab premium dengan material premium voile, ultrafi ne dengan pattern yang indah memiliki tema di setiap series. Meski range harga sekitar Rp149 ribu hingga Rp 299 ribu,” ujar Isnadora.
Hijab premium memiliki kenyamanan tersendiri saat dipakai, dibanding hijab lainnya.
“Yang lagi ramai di pasaran hijab printing dengan kualitas tinggi ya. Jadi tidak luntur dan membuat iritasi di kulit, kemudian untuk warna lebih tajam,” imbuhnya. (int/war)
Editor : Ali Mustofa