RADAR KUDUS — Raditya Dika, stand up comedian Indonesia pernah membagikan tips mengatur keuangan pribadinya. Raditya Dika dikenal dengan prinsip hidup minimalisme dan hidup sesederhana mungkin meski memiliki kaya dari pekerjaannya sebagai Youtuber dan penulis buku.
Ia yang juga pernah mempelajari keuangan atau financing semasa kuliah di Adelaide University menjelaskan, salah satu tips mengatur uang adalah pemasukan harus lebih besar daripada pengeluaran.
Dilansir dari akun YouTube official Raditya Dika, Berikut 13 Tips Mengelola Uang
1. Beli barang yang benar-benar kita butuhkan dan kita senangi, bukan membeli karena orang lain
Jangan beli barang untuk mengesankan orang lain, pamer di media sosial, atau pamer ke sirkel teman-teman.
Baca Juga: Makin Eksis, Kopi Muria Kudus Kini Rambah Pasar Internasional, Segini Harga per Bungkusnya
“Kalau beli barang untuk orang lain kagum atau rispek sama lo itu adalah cara yang salah untuk membeli barang. Karena kita bukan beli barang karena butuh” kata Radit.
Disisi lain, minimalisme juga bukan berarti tidak bisa beli barang mewah. Menurutnya, minimalisme adalah beli barang yang kita anggap ada nilai kebahagiaan maksimum untuk diri kita saat membelinya.
2. Pertimbangkan Investasi
Waktu adalah teman terbaik untuk investasi. Kata Radit, misal punya duit Rp 10 juta di bank, lalu kita depositokan, tahun depannnya bisa 10,5 juta dan berkembang terus. Semakin lama akan semakin besar.
Ia juga menceritakan, royalti buku yang didapat Raditya Dika saat 25 tahun langsung ia tabung untuk dana pensiun setalah disisihkan untuk mentraktir keluarganya.
Baca Juga: Prioritas Penggunaan Keuntungan Usaha
3. Uang masuk harus lebih besar daripada uang keluar
Orang harus paham bagaimana meningkatkan uang masuk dan menekan uang keluar
4. Jangan ngutang dan ngutangin orang
Menurutnya, ketika beli mobil kita nggak usah beli yang mahal karena yang penting tidak ngutang. Pun kalau mampu, kita bisa nabung sebanyak-banyaknya untuk ngejar mobil yang kita pengen lalu bayar secara tunai.
Baca Juga: Hutang Piutang dalam Bisnis Syariah
Lalu soal utang, banyak pertemanan rusak karena hutang
Kalaupun harus utang, kata Radit mending buat aset yang bertumbuh (rumah). Tapi jangan yang terlalu mahal karena nanti akan jadi beban saat mencicil setiap bulannya. Usahakan jangan hutang untuk mobil, karena setiap tahun depresiasi—nilainya turun.
5. Soal Kartu kredit dan Debit
Kalau pakai kartu kredit, bayar full tagihannya 100 persen per bulan, pakai juga untuk cek pengeluarannya. Jangan sampai terjebak hutang kartu kredit.
Dan ketika bayar sesuatu usahakan cash, jangan sering-sering gesek pakai kartu debit.
6. Fokus ke Penghasilan
Kata Radit, fokus cari cara membesarkan penghasilan, karena gaji itu tidak sama dengan penghasilan. Banyak orang tanya gimana cara menaikkan gaji, bukan cara menaikkan penghasilan. Penghasilan komponennya tidak selalu gaji: bisa dari bikin usaha kecil-kecilan lalu dapat dari itu, bikin youtube, dan lain-lain. Keahlian apa yang kita punya untuk menambah penghasilan bisa kita manfaatkan.
Baca Juga: Berjalan Sukses, Helatan Pameran Mebel Jepara International Buyer Weeks Raup Transaksi 3,34 Juta USD
Pelajari instrument investasi dan hubungannya dengan tujuan finansial
Cari instrumen yang resikonya tidak terlalu tinggi (deposito, misalnya)
7. Banyak penghasilan bukan berarti banyak pengeluaran
Radit bercerita, tabungan pensiunnya bisa tercapai di usia yang masih tergolong muda karena ia banyak menahan diri untuk tidak beli-beli. Radit tidak menghabiskan uangnya untuk hal-hal yang bombastis.
8. Punya Budget
Alokasikan minimal 10 persen dari penghasilan untuk investasi (pendidikan anak, pensiun, dan lainnya)
Keluarkan uang untuk membeli pengalaman, bukan membeli barang
Membeli pengalaman rasa bahagianya lebih maksimal ketimbang membeli barang. Contoh: liburan, makan bersama keluarga
Baca Juga: Mengatasi Persaingan di Dunia UMKM
9. Beli Barang Berkualitas
Pikirkan cost per use tiap kali kita memakai barang itu. Contoh: beli ikat pinggang harga Rp 1 juta tapi satu tahun langsung rusak. Menurutnya, lebih baik beli ikat pinggang Rp 35 jt tapi bisa dipakai seumur hidup. Beli barang yang mahal tapi kualitasnya bisa diandalkan sehingga tidak beli berulangkali.
10. Usahakan Belanja Sendirian
Kalau sama temen kadang ada yang suka menghasut untuk beli barang yang tidak dibutuhkan, pengeluarannya jadi lebih banyak
Baca Juga: Mengenal Greenflation Tantangan Indonesia di Masa Depan
11. Bayar Pajak dan Donasi
Bayar pajak adalah kewajiban sebagai warga negara. Katra Rdait, kalau pajak kita tidak beres nanti kita malah harus bayar denda.
Kewajiban kita bayra pajak dan awasi penggunaannya. Jangan sampe karena duit pajak dikorup terus kita gak bayar pajak
Lalu kaitannya dengan donasi: dengan bayar duit ke orang yang membutuhkan, kebahagiaan kita jadi akan berlipat. Level kebahagiaannya berbeda
12. Hubungan dengan Uang adalah Hubungan dengan Kebiasaan
Semuanya harus dibiasakan. Kalau dari kecil kita boros emang agak susah. Karena itu perlu komitmen dan fokus. Jangan stress dikit terus belanja. Stress itu bisa diatasi lewat meditasi atau ngobrol bareng temen
13. Temukan pasangan yang Perilakunya Sehat terhadap Uang
Uang jadi sumber konflik yang banyak orang, dan studi menunjukkan 80 persen pertengkaran karena duit. Maka komunikasikan soal duit dengan baik ke pacar atau pasangan.