GAYA HIDUP – Belum lama ini, banyak salon di Indonesia menawarkan sistem perawatan keratin , keratin rambut , atau perawatan keratin rambut kepada pelanggannya. Perawatan itu diyakini mampu membuat rambut lurus tanpa smoothing dan daya tahannya bisa berbulan-bulan. Setelah mendapatkan perawatan ini, rambut juga tampak lebih berkilau dan rapi.
Apa itu perawatan keratin?
Mengutip vogue.com, treatment keratin adalah cara semi permanen untuk meluruskan rambut. Hasil keratin tidak permanen sehingga tekstur rambut akan kembali seperti semula dalam beberapa bulan setelah efeknya berakhir. Keratin berbeda dengan smoothing yang daya tahannya bisa jauh lebih lama.
Tak hanya meluruskan rambut, keratin membuat tampilan rambut lebih berkilau dan tampak seperti baru di-blow out. Keratin juga dapat menguatkan rambut.
Baca Juga: Rambut Rontok Langsung Berkurang, Cuma Pakai Satu Bahan, Cek 7 Khasiat Bunga Telang untuk Kesehatan
Rata-rata, proses keratin di salon memakan waktu hingga 2 jam. Biasanya, stylist di salon akan membersihkan rambut kita terlebih dahulu, dikeringkan, dan mengoleskan keratinnya ke rambut. Setelah menunggu beberapa lama, rambut yang telah diolesi keratin akan dicatok, kemudian akhirnya dibersihkan kembali dan di-blow.
Setelah perawatan keratin, biasanya pihak salon akan mengingatkan agar kita mencuci rambut terlebih dahulu hingga 2-3 hari. Ini untuk membuat keratin yang telah dioles merasuk lebih dalam ke dalam rambut.
Tak hanya itu, biasanya orang yang telah melakukan keratin treatment akan menghindari aktivitas seperti berenang. Sebab, udara dalam kolam renang yang mengandung klorin akan mengurangi efek keratin.
Sementara itu, melansir dari Halodoc, keratin dapat membuat rambut mudah diatur. Bagi pemilik rambut tebal dan keriting, hal ini akan sangat dirasakan. Keratin juga bisa menghaluskan rambut dan menghilangkan rambut bercabang.
Apakah Keratin Aman?
Meski mengandung banyak keunggulan dari keratin, tulis vogue.com dalam “Are Keratin Hair Treatments Safe? The Truth About the Popular Straightening Solution” menyatakan, penggunaan keratin tidak selamanya aman karena mengandung formaldehida yang bisa berbahaya bila tidak digunakan dengan tepat.
Formaldehida sendiri merupakan gas beracun yang biasa digunakan untuk produksi kertas, resin, dan produk obat hingga kosmetik. Formaldehida muncul di udara setelah keratin dipanaskan.
Oleh karena itu, penting untuk menggunakan salon dengan ventilasi udara yang cukup baik—dan bukan di ruangan tertutup. Penata gaya di salon juga penting untuk memahami kandungan produk keratin yang digunakan. Sehingga bisa meminimalisir resiko yang terjadi.
Editor : Noor Syafaatul Udhma