KUDUS – Es Dawet Sido Moro menjadi salah satu usaha minuman tradisional di Kabupaten Kudus yang bertahan secara turun-temurun.
Usaha yang berada di Pasar Kliwon, Kudus, ini telah berjalan hampir 40 tahun dan kini dikelola oleh Suki Harto (40).
Suki mengatakan, usaha tersebut berawal dari orang tuanya.
Hingga kini, usaha itu terus dikembangkan dengan dua lokasi penjualan.
Dalam sehari, Es Dawet Sido Moro mampu menjual sekitar 500 porsi dengan omzet mencapai Rp3 juta hingga Rp4 juta.
Jumlah penjualan dapat meningkat hingga dua kali lipat saat hari Minggu.
Es dawet tersebut dijual dengan harga Rp7.000 per porsi.
Aktivitas penjualan berlangsung mulai pukul 09.00 hingga 16.00 WIB.
Dalam menjalankan usahanya, Suki dibantu sepuluh pekerja.
Lima orang aktif bekerja di lokasi penjualan, sedangkan lima lainnya membantu proses produksi dari rumah.
Es Dawet Sido Moro menyediakan pilihan gula aren dan gula jawa.
Usaha ini tetap dipertahankan sebagai bagian dari usaha keluarga yang telah berjalan selama puluhan tahun.
Keberadaan usaha dawet di Kudus juga terlihat dari Dawet Moroseneng yang dirintis almarhum Sumitro dan dilanjutkan oleh kedua anaknya, Sugiyono dan Sugiarto.
Usaha tersebut juga berjualan di kompleks Pasar Kliwon dan telah berkembang menjadi dua lokasi penjualan.
Bertahannya usaha dawet di Kudus menunjukkan bahwa minuman tradisional masih memiliki tempat di tengah masyarakat.
Baca Juga: Tak Perlu Jauh ke Jakarta, Kuliner ala Blok M Kini Hadir di Kudus Selama 11 Hari
Usaha yang diwariskan antargenerasi ini turut menjaga keberadaan kuliner tradisional di tengah persaingan minuman modern.
Editor : Ali Mustofa