KUDUS – Kuliner tradisional tak hanya menawarkan cita rasa, tetapi juga menyimpan cerita panjang di balik proses pembuatannya.
Salah satunya Es Nusantara yang telah bertahan sejak era 1970-an dan kini diteruskan hingga generasi ketiga.
Deni Widarsono mengatakan, Es Nusantara merupakan usaha yang diwariskan secara turun-temurun dalam keluarga.
Meski telah melewati beberapa generasi, cara pengolahan minuman tersebut masih dipertahankan hingga sekarang.
Salah satu hal yang menjadi ciri khas Es Nusantara adalah penggunaan sirup yang dibuat sendiri.
Baca Juga: Menjelajahi Kuliner Kudus: 10 Makanan Khas yang Wajib Dicoba saat Berkunjung
Sirup tersebut tidak sekadar menggunakan produk siap pakai, melainkan melalui proses pengolahan tersendiri sebelum digunakan untuk penyajian.
Menurutnya, proses pembuatan sirup membutuhkan waktu dan tidak bisa dilakukan secara singkat.
Karena itu, persiapannya dilakukan terlebih dahulu dalam jumlah banyak sebelum digunakan untuk berjualan.
Deni menyebut, penggunaan sirup pada Es Nusantara juga mengalami penyesuaian seiring perkembangan zaman.
Pada masa sebelumnya terdapat beberapa pilihan sirup, sedangkan saat ini penggunaan sirup lebih dikenal dengan perpaduan warna merah dan rasa asam.
Keberadaan Es Nusantara juga tidak terlepas dari perkembangan minuman es tradisional pada masa lalu.
Deni menyinggung es podeng yang dahulu cukup dikenal dan kerap hadir dalam berbagai acara, termasuk hajatan atau pernikahan.
Menurutnya, perkembangan zaman membuat penyebutan maupun bentuk penyajian minuman es tradisional mengalami perubahan.
Meski demikian, Es Nusantara tetap mempertahankan karakter pengolahan yang telah diwariskan dalam keluarga.
Hingga generasi ketiga, keberadaan Es Nusantara menjadi bagian dari upaya mempertahankan kuliner tradisional sekaligus resep keluarga.
Baca Juga: Belut Goreng dan Iwak Wader Kali Gelis, Kuliner di Lereng Tempur yang Bikin Nambah Nasi
Penggunaan sirup racikan sendiri menjadi salah satu bagian yang tetap dijaga di tengah banyaknya pilihan minuman es saat ini.
Dengan mempertahankan cara pengolahan dari generasi ke generasi, Es Nusantara tidak hanya menjadi sajian pelepas dahaga, tetapi juga menyimpan cerita tentang bagaimana sebuah usaha kuliner keluarga mampu bertahan selama puluhan tahun.
Editor : Ali Mustofa