Dulu Dianggap Pahit, Popularitas Matcha Kini Mendorong Perubahan Selera Minuman Anak Muda

Anita Fitriani • Dipublikasikan Jumat, 2 Oktober 2026 | 22:40 WIB
Ilustrasi minuman Matcha
Ilustrasi minuman Matcha

RADAR KUDUS — Matcha semakin banyak diminati anak muda Indonesia sepanjang 2026.

Minuman berbahan dasar bubuk teh hijau tersebut tidak hanya hadir sebagai menu pendamping di kafe, tetapi juga menjadi pilihan dalam berbagai kegiatan, seperti mengerjakan tugas, berkumpul bersama teman, dan menikmati waktu santai.

Berdasarkan survei Jakpat terhadap 1.238 responden pada 22–24 April 2026, matcha dikonsumsi oleh 34 persen responden Gen Z dan 32 persen milenial dalam enam bulan terakhir.

Angka tersebut menunjukkan bahwa matcha memiliki daya tarik yang lebih kuat pada kelompok usia muda dibandingkan Gen X yang berada pada angka 17 persen.

Meski demikian, kopi dan teh masih menjadi minuman yang paling banyak dikonsumsi masyarakat Indonesia.

Baca Juga: 5 Tempat Makan Rawon Wueennnak di Jakarta, Kuah Hitam Kaya Rempah

Matcha Hadir dalam Beragam Kreasi

Ketertarikan anak muda terhadap matcha salah satunya terlihat dari semakin beragamnya menu yang ditawarkan oleh kedai minuman dan kafe.

Matcha tidak hanya disajikan dalam bentuk teh tradisional, tetapi juga diolah menjadi matcha latte, matcha frappe, es krim, kue, yogurt, serta minuman yang dipadukan dengan susu, cokelat, vanila, dan buah-buahan.

Beragam kreasi tersebut membuat matcha lebih mudah diterima oleh konsumen yang belum terbiasa dengan rasa teh hijau yang kuat.

Perpaduan antara rasa khas matcha dan bahan tambahan dapat menghasilkan minuman yang lebih lembut, manis, atau segar sesuai selera.

Baca Juga: Makan Malam Jam 9 Lalu Tidur? Ini Risiko yang Perlu Diketahui

Kondisi tersebut juga mendorong pelaku usaha untuk terus mengembangkan menu baru agar minuman matcha tetap menarik bagi konsumen muda.

Warna dan Rasa Menjadi Daya Tarik

Warna hijau yang khas menjadi salah satu alasan matcha banyak muncul dalam unggahan media sosial. Penampilan minuman yang menarik membuat matcha kerap dipotret dan dibagikan melalui TikTok maupun Instagram.

Bagi sebagian anak muda, menikmati matcha tidak hanya berkaitan dengan rasa, tetapi juga dengan pengalaman visual dan suasana tempat minuman tersebut dikonsumsi.

Selain tampilannya, matcha memiliki rasa yang berbeda dari minuman populer lainnya. Rasa pahit, gurih, dan sedikit manis pada matcha memberikan ciri tersendiri bagi penikmatnya.

Baca Juga: Dampak Kesehatan Makan Nasi Tengah Malam bagi Metabolisme Tubuh dan Kualitas Tidur Anda

Karakter tersebut membuat matcha dianggap mampu menghadirkan pilihan rasa yang lebih beragam di tengah dominasi kopi, teh, dan minuman berbasis susu.

Berkaitan dengan Gaya Hidup Anak Muda

Popularitas matcha juga berkembang seiring perubahan kebiasaan anak muda dalam memilih minuman.

Sebagian konsumen mulai memperhatikan kandungan gula, jenis bahan, dan efek minuman terhadap tubuh sebelum membeli.

Hal itu membuat minuman yang dipersepsikan lebih ringan atau sesuai dengan gaya hidup sehat semakin mendapat perhatian.

Baca Juga: Segini Batas Aman Konsumsi Gula Harian Menurut Kemenkes RI

Sejumlah anak muda kini memilih matcha ketika berkegiatan di kafe karena ingin mengurangi ketergantungan terhadap kopi.

Namun, anggapan mengenai manfaat kesehatan tetap perlu disikapi secara bijak karena kandungan gula dan bahan tambahan dalam setiap produk matcha dapat berbeda.

Tidak Lepas dari Media Sosial dan Kafe

Media sosial berperan dalam memperkenalkan matcha kepada konsumen yang lebih luas.

Video pembuatan matcha, ulasan menu, hingga rekomendasi tempat minum membuat masyarakat mudah mengetahui berbagai produk baru.

Konten tersebut juga membantu membentuk persepsi bahwa matcha merupakan bagian dari gaya hidup modern anak muda.

Kafe turut memperkuat tren tersebut dengan menghadirkan matcha sebagai salah satu menu utama.

Baca Juga: Sering Minum Es Americano Bikin Kurus? Ini Fakta dan Penjelasan Dokter

Minuman ini sering dipilih untuk menemani aktivitas bekerja, belajar, atau berkumpul. Dengan demikian, matcha tidak hanya dikonsumsi karena kebutuhan minum, tetapi juga karena suasana dan pengalaman yang menyertainya.

Matcha Masih Berpeluang Berkembang

Data konsumsi pada 2026 memperlihatkan bahwa matcha memang belum menggeser posisi kopi dan teh sebagai minuman yang paling banyak dikonsumsi.

Namun, persentase konsumsi pada Gen Z dan milenial menunjukkan adanya ruang pertumbuhan bagi minuman tersebut.

Pelaku usaha dapat memanfaatkan peluang itu dengan menghadirkan produk yang sesuai selera, harga, dan kebiasaan konsumsi anak muda.

Baca Juga: 4 Varian Kopi Best Seller di Kopi Kenangan, Cocok untuk Temani Aktivitas

Pada akhirnya, meningkatnya minat terhadap matcha dipengaruhi oleh perpaduan antara rasa, tampilan, variasi menu, media sosial, dan perubahan gaya hidup.

Selama pelaku usaha mampu menjaga kualitas serta menghadirkan inovasi yang relevan, matcha diperkirakan tetap menjadi salah satu pilihan minuman yang diminati anak muda. (*) 

Editor : Mahendra Aditya
Popularitas Matcha Minuman Matcha Tren Matcha Konsumsi Matcha