Bawang Merah Digoreng Masih Bergizi? Ini Penjelasan dan Cara Mengolahnya

Mahendra Aditya Restiawan • Dipublikasikan Kamis, 1 Oktober 2026 | 17:44 WIB
Ilustrasi bawang goreng.
Ilustrasi bawang goreng.

RADAR KUDUS - Bawang merah goreng atau yang lebih akrab disebut bawang goreng menjadi salah satu pelengkap makanan yang sulit ditolak. Teksturnya renyah, rasanya gurih, dan aromanya mampu membuat berbagai hidangan terasa semakin nikmat.

Namun, di balik rasanya yang menggugah selera, muncul pertanyaan tentang kandungan gizinya. Apakah bawang merah yang digoreng masih memberikan manfaat bagi tubuh? Atau justru proses penggorengan membuatnya kehilangan sebagian besar nutrisinya?

Jawabannya tidak sesederhana itu. Bawang merah memiliki sejumlah kandungan yang bermanfaat bagi tubuh. Akan tetapi, metode memasak, jenis minyak, suhu pengolahan, dan jumlah konsumsi juga perlu diperhatikan.

Baca Juga: Sering Susah BAB di Pagi Hari? Coba 6 Rutinitas Ini Sebelum Tidur

Merujuk pada sejumlah sumber kesehatan, termasuk Cleveland Clinic dan Healthline, bawang merah mengandung berbagai komponen yang mendukung kesehatan tubuh.

1. Mengandung Antioksidan

Bawang merah merupakan sumber vitamin C dan flavonoid, dua komponen yang memiliki aktivitas antioksidan. Antioksidan membantu melindungi sel tubuh dari paparan radikal bebas yang dapat memicu stres oksidatif.

Ahli gizi terdaftar Gillian Culbertson, RD, LD, menjelaskan bahwa radikal bebas berkaitan dengan proses peradangan dan berbagai penyakit kronis, termasuk penyakit jantung, diabetes, dan kanker.

Kandungan flavonoid pada bawang merah juga diketahui banyak terdapat pada lapisan terluarnya. Hal tersebut ditemukan dalam penelitian yang diterbitkan di Journal of Agricultural and Food Chemistry.

Meski proses memasak dapat memengaruhi kandungan nutrisi tertentu, bukan berarti seluruh senyawa bermanfaat pada bawang merah otomatis hilang ketika diolah menjadi bawang goreng.

2. Membantu Mendukung Kesehatan Pencernaan

Bawang merah juga mengandung fruktan yang berperan sebagai serat prebiotik. Komponen tersebut dapat menjadi sumber makanan bagi bakteri baik yang hidup di dalam usus.

Kandungan serat ini membuat bawang merah dapat menjadi salah satu bagian dari pola makan yang mendukung kesehatan sistem pencernaan.

Bawang merah yang telah digoreng memang dapat mengalami perubahan kandungan akibat proses pemanasan dan penambahan minyak. Namun, bukan berarti bawang goreng sama sekali tidak memiliki nilai gizi.

Baca Juga: Ramalan Zodiak Oktober 2026 Lengkap: Asmara, Karier, dan Keuangan

3. Mengandung Sulfur

Selain antioksidan dan serat, bawang merah juga memiliki senyawa yang mengandung sulfur. Unsur ini memiliki berbagai fungsi penting dalam tubuh, termasuk berperan dalam pembentukan jaringan ikat.

Asupan makanan yang mengandung sulfur juga dikaitkan dengan proses pemulihan jaringan dan pengendalian peradangan. Karena itu, bawang merah dapat menjadi salah satu sumber senyawa sulfur dalam pola makan sehari-hari.

Namun, manfaat tersebut tentu tidak berarti bawang merah atau bawang goreng dapat dianggap sebagai obat untuk mengatasi nyeri otot maupun sendi. Konsumsi bawang tetap perlu ditempatkan sebagai bagian dari pola makan secara keseluruhan.

Bawang Goreng Tidak Otomatis Kehilangan Seluruh Nutrisinya

Anggapan bahwa bawang goreng sama sekali tidak sehat karena telah melalui proses penggorengan juga perlu diluruskan. Memang, metode memasak sangat menentukan kandungan akhir makanan.

Pengolahan dengan teknik deep frying membuat bawang menyerap lebih banyak minyak sehingga kandungan kalori dan lemaknya meningkat. Jika dikonsumsi dalam jumlah besar dan terlalu sering, asupan lemak serta kalori berlebih dapat menjadi persoalan bagi kesehatan.

Sebaliknya, penggunaan minyak yang lebih sedikit dapat membantu mengurangi jumlah minyak yang terserap. Bawang merah juga dapat diolah dengan cara dipanggang atau menggunakan air fryer sebagai alternatif untuk mendapatkan tekstur renyah dengan penggunaan minyak yang lebih minim.

Penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Agricultural and Food Chemistry menunjukkan bahwa proses pemanasan tidak serta-merta menghilangkan seluruh kandungan antioksidan pada bawang. Artinya, sebagian senyawa fitokimia masih dapat dipertahankan setelah proses pengolahan.

Hal yang juga perlu diperhatikan adalah tingkat kematangan. Bawang sebaiknya tidak dimasak hingga gosong atau menghitam karena proses pemanasan yang berlebihan dapat menghasilkan perubahan senyawa yang tidak diinginkan.

Baca Juga: Susah Berhenti Berpikir Saat Malam, 5 Zodiak Ini Konon Paling Mudah Overthinking

Pada akhirnya, persoalan utama bukan semata-mata apakah bawang merah digoreng atau tidak. Cara memasak dan seberapa banyak bawang goreng yang dikonsumsi justru menjadi bagian penting yang perlu diperhatikan.

Bawang goreng masih dapat menjadi pelengkap makanan, tetapi sebaiknya tidak dikonsumsi secara berlebihan. Menggunakan minyak secukupnya, memilih metode pengolahan yang lebih ringan, dan menjaga porsinya dapat membuat bawang goreng tetap menjadi bagian dari pola makan yang lebih seimbang.

Jadi, tidak perlu langsung menganggap bawang goreng sebagai makanan yang harus dihindari. Nikmati secukupnya dan perhatikan cara pengolahannya agar rasa gurihnya tetap bisa didapat tanpa mengabaikan kesehatan.

Editor : Mahendra Aditya
manfaat bawang merah manfaat bawang goreng bawang goreng sehat kandungan bawang merah cara membuat bawang goreng sehat