Kudus Pati Jepara Karimunjawa Blora Grobogan Rembang Jateng Nasional Internasional Sportainment Otomotif Teknologi pedoman media siber Wisata Pendidikan Religi Lifestyle Kuliner Kesehatan Hobi Fashion Entertainment Ekonomi Inspirashe Feature Catatan

25 Tahun Setia Jual Serabi dan Bubur Sumsum, Mbah Sumini Tetap Semangat Berjualan di Usia 70 Tahun

uinbroadcasting • Selasa, 14 Juli 2026 | 17:25 WIB
Mbah Sumini penjual bubur sumsum dan serabi
Mbah Sumini penjual bubur sumsum dan serabi

RADAR KUDUS - Di usia yang menginjak 70 tahun, semangat Mbah Sumini untuk mencari nafkah tak pernah surut. Sejak 2001, ia setia berjualan serabi dan bubur sumsum, meneruskan usaha turun-temurun yang diwariskan oleh sang ibu.

Mbah Sumini mengaku usaha tersebut merupakan amanah dari ibunya. Sebelum meninggal, sang ibu berpesan agar dirinya tidak perlu bekerja ke luar rumah dan cukup melanjutkan usaha berjualan serabi yang telah menjadi mata pencaharian keluarga.

"Pesan ibu, gak usah kerjo adoh-adoh, dodol serabi wae teko omah," ujar Mbah Sumini.

Pesan itu terus dipegang hingga sekarang. Setiap hari, Mbah Sumini bangun sejak dini untuk menyiapkan adonan serabi dan bubur sumsum yang dibuat sendiri. Ia mulai melayani pembeli mulai pukul 06.00 hingga 08.00 WIB.

Meski hanya berjualan sekitar dua jam setiap pagi, dagangannya selalu ramai. Dalam sehari, Mbah Sumini mampu menjual sekitar 200 buah jajanan kepada pelanggan yang sebagian besar merupakan langganan.

Bubur sumsum dijual dengan harga Rp3.000 per porsi, sedangkan serabi dijual Rp3.500 per bungkus yang berisi dua buah serabi. Harga yang terjangkau dan cita rasa yang tetap dipertahankan membuat dagangannya masih diminati hingga sekarang.

Bagi Mbah Sumini, berjualan bukan sekadar mencari penghasilan, tetapi juga menjaga warisan keluarga agar tetap hidup. Di tengah maraknya makanan modern, ia berharap serabi dan bubur sumsum tetap dikenal dan disukai oleh generasi muda.

Ketekunan Mbah Sumini selama sekitar 25 tahun menjadi bukti bahwa usaha sederhana yang dijalankan dengan penuh kesabaran dapat terus bertahan. Semangatnya menjadi inspirasi bahwa usia bukanlah penghalang untuk tetap berkarya dan melestarikan kuliner tradisional. (Hilda)

Baca Juga: Tak Disangka, Jajanan Tradisional di Kudus Ini Hasilkan Omzet Jutaan!

Editor : Mahendra Aditya
serabi bubur sumsum umkm jajanan tradisional kuliner tradisional