RADAR KUDUS - Wingko merupakan salah satu jajanan tradisional yang masih memiliki banyak penggemar hingga saat ini.
Kue berbahan dasar kelapa parut dan tepung ketan ini dikenal memiliki tekstur yang lembut dengan cita rasa manis dan gurih.
Wingko kerap dijadikan camilan keluarga maupun oleh-oleh dari berbagai daerah di Pulau Jawa karena rasanya yang khas dan tahan disimpan selama beberapa hari.
Meski banyak dijual di toko oleh-oleh dan pasar tradisional, wingko ternyata dapat dibuat sendiri di rumah dengan bahan yang mudah ditemukan.
Proses pembuatannya juga tidak terlalu rumit sehingga cocok dicoba oleh pemula yang ingin belajar membuat kue tradisional.
Bahan utama yang diperlukan meliputi 250 gram kelapa parut muda, 200 gram tepung ketan, 100 gram gula pasir, satu butir telur, 150 mililiter santan kental, setengah sendok teh garam, satu sendok teh vanili bubuk, serta margarin secukupnya untuk mengoles alat pemanggang.
Cara membuatnya diawali dengan mencampurkan kelapa parut, tepung ketan, gula pasir, garam, dan vanili hingga tercampur rata.
Setelah itu, masukkan telur lalu tuangkan santan sedikit demi sedikit sambil diaduk hingga adonan menjadi kalis dan mudah dibentuk.
Adonan kemudian dibentuk bulat pipih sesuai ukuran yang diinginkan.
Selanjutnya, panggang menggunakan teflon yang telah diolesi margarin dengan api kecil atau gunakan oven bersuhu sekitar 180 derajat Celsius hingga permukaan wingko berubah menjadi kecokelatan dan matang merata.
Agar menghasilkan tekstur yang empuk, disarankan menggunakan kelapa parut yang masih segar. Kelapa yang terlalu tua dapat membuat tekstur wingko menjadi lebih keras.
Selain itu, gunakan api kecil saat memanggang agar bagian luar tidak cepat gosong sementara bagian dalam belum matang.
Takaran santan juga perlu diperhatikan. Adonan yang terlalu cair akan sulit dibentuk, sedangkan adonan yang terlalu kering dapat membuat hasil akhir menjadi kurang lembut.
Oleh karena itu, santan sebaiknya dituangkan sedikit demi sedikit sambil melihat konsistensi adonan.
Wingko yang telah matang dapat disajikan sebagai teman minum teh atau kopi pada sore hari.
Camilan ini juga cocok disimpan dalam wadah kedap udara agar tetap lembut selama beberapa hari.
Di tengah banyaknya camilan modern, wingko tetap menjadi salah satu jajanan tradisional yang layak dilestarikan.
Selain memiliki cita rasa yang khas, proses pembuatannya yang sederhana membuat siapa saja dapat mencoba membuatnya sendiri di rumah.
Dengan memanfaatkan bahan-bahan yang mudah diperoleh, masyarakat dapat menghadirkan camilan tradisional yang lezat untuk dinikmati bersama keluarga maupun sebagai hidangan saat berkumpul dengan kerabat. (Hilda)
Editor : Ali Mustofa