Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Salmon Candy Viral di TikTok: Apa Itu, Cara Membuat, dan Risikonya

Redaksi Radar Kudus • Selasa, 23 Desember 2025 | 19:18 WIB
Ilustrasi: Candied Salmon
Ilustrasi: Candied Salmon

RADAR KUDUS - Dalam beberapa waktu terakhir, salmon candy ramai diperbincangkan di TikTok.

Tampilan salmon berwarna merah muda tua yang mengilap seperti permen kaca membuat banyak orang penasaran.

Meski namanya “candy”, makanan ini bukanlah permen, melainkan olahan ikan salmon yang diproses melalui penggaraman, pengasapan, dan pelapisan glaze manis hingga bertekstur lengket dan berkilau.

Popularitasnya meningkat seiring banyaknya video yang menampilkan proses pengasapan panjang dan hasil akhir yang tampak menggoda.

Namun di balik tampilannya yang cantik, salmon candy menyimpan sejarah panjang, teknik pembuatan yang detail, serta aspek keamanan pangan yang perlu dipahami sebelum ikut mencobanya.

Apa Sebenarnya Salmon Candy?

Salmon candy adalah potongan fillet salmon yang diawetkan dengan campuran garam dan gula, kemudian diasapi dan diolesi sirup manis hingga permukaannya terkaramelisasi.

Mengutip Food & Wine, produk yang sering muncul di media sosial berasal dari Solovey Kitchen.

Teknik pengolahan ini bukan hal baru. Masyarakat adat di wilayah Pacific Northwest telah lama mengawetkan salmon dengan metode serupa selama ratusan tahun.

Istilah yang lebih tepat sebenarnya adalah candied salmon, sejenis dengan candied bacon—bahan gurih yang dipadukan dengan lapisan rasa manis.

Bagaimana Proses Pembuatannya?

Proses pembuatan salmon candy membutuhkan waktu dan ketelitian. Tahap awal dimulai dengan curing, yaitu mengubur salmon dalam campuran garam dan gula untuk menarik kelembapan sekaligus membentuk rasa manis-asin.

Setelah itu, salmon dikeringkan hingga terbentuk pellicle, lapisan tipis yang membantu asap menempel sempurna.

Tahap berikutnya adalah pengasapan. Metode modern umumnya menaikkan suhu secara bertahap (hot-smoke) hingga salmon benar-benar matang.

Selama proses ini, salmon diolesi maple syrup atau sirup lain secara berkala agar menghasilkan lapisan lengket mengilap yang khas.

Setelah selesai, salmon didinginkan dan dapat disimpan di lemari es atau dibekukan untuk masa simpan lebih lama.

Aman atau Berisiko?

Keamanan salmon candy sangat bergantung pada teknik pengasapannya. Pengasapan panas (hot-smoke) dilakukan pada suhu tinggi sehingga ikan matang dan relatif aman dikonsumsi.

Sebaliknya, metode pengasapan dingin (cold-smoke) memakai suhu rendah sehingga daging tidak sepenuhnya matang dan berpotensi mengandung bakteri seperti Listeria monocytogenes.

Karena itu, salmon candy hasil cold-smoke sebaiknya dihindari oleh kelompok rentan seperti ibu hamil, lansia, anak kecil, dan orang dengan daya tahan tubuh lemah.

Memahami metode produksi menjadi kunci agar tidak sekadar mengikuti tren tanpa mempertimbangkan risiko kesehatan.

Salmon candy memang menawarkan kombinasi rasa manis, asin, dan smoky yang unik.

Namun, seperti tren kuliner lainnya, memahami proses dan keamanannya akan membantu kita menikmati makanan ini dengan lebih bijak.(laura)

Editor : Ali Mustofa
#salmon candy #candied salmon #Makanan viral di TikTok #Pengaspan salmon #Keamanan Makanan