RADAR KUDUS - Makanan tradisional yang hampir dilupakan karena bersaing dengan makanan modern, sekarang kembali digemari oleh masyarakat.
Di Pasar Tradisional Karangbener, Kudus, berbagai jajanan klasik justru banyak dicari oleh pembeli dari beragam kalangan, termasuk generasi muda.
Aneka jajanan seperti kue lapis berwarna, cenil, klepon, getuk, apem, nagasari, cucur, sampai jajanan berbahan ketan tampak tertata rapi di lapak pedagang.
Desain sederhana dengan kemasan plastik atau daun pisang menghadirkan suasana nostalgia yang mendalam, mengingatkan kita pada makanan ringan zaman kecil.
Menariknya, kebangkitan makanan klasik ini tidak hanya disukai oleh generasi tua, tetapi juga oleh kaum muda.
Salah satu contohnya adalah Mima, pembeli muda yang mengaku kerap membeli jajanan klasik di Pasar Karangbener.
“Rasanya unik-unik tetapi lezat.” Berbeda dengan makanan ringan saat ini. "Semua terasa manis, gurih, dan kenyal, semuanya berbeda," kata Mima saat bertemu di pasar.
Dia berpendapat bahwa jajanan jadul memiliki daya tarik unik karena terbuat dari bahan-bahan sederhana dan cita rasa yang khas.
Harga yang terjangkau juga menjadikan jajanan pasar tetap diminati meski banyak kuliner modern bermunculan.
Pasar Tradisional Karangbener kini sering direkomendasikan sebagai tempat untuk mencari jajanan lawas di Kudus.
Selain variasi yang banyak, makanan ringan yang dijual umumnya adalah hasil kreasi rumah tangga dengan resep yang diwariskan.
Fenomena ini menunjukkan bahwa makanan tradisional masih ada di hati masyarakat.
Di tengah serbuan tren makanan modern, makanan tradisional justru kembali mendapatkan penggemarnya, membuktikan bahwa rasa klasik tidak pernah sepenuhnya lenyap. (Amelia NA)
Editor : Ali Mustofa