RADAR KUDUS - SUASANA siang hari di Warung Entog Asap Mas Gondrong di Desa Robayan RT 4/RW 1, Kecamatan Kalinyamatan, Jumat (14/11), tampak ramai.
Usai salat Jumat, pengunjung berdatangan silih berganti. Motor dan mobil memenuhi halaman, sementara meja-meja tak ada yang kosong. Warung yang hanya 5 menit dari Pasar Kalinyamatan ini kembali menjadi magnet bagi para pencinta kuliner dari berbagai daerah, termasuk wisatawan yang tengah berlibur di Jepara.
Warung yang dirintis Mas Gondrong (55) sejak 2016 ini terkenal dengan satu keistimewaan, entog asapnya justru semakin lezat saat sudah dingin.
Banyak pelanggan sengaja membeli hari ini untuk dinikmati malam nanti atau keesokan paginya, dan rasanya tetap mantap tanpa bahan pengawet. Daya tahannya maksimal dua hari.
"Bisa dibungkus maupun disantap langsung di warung," celetuk Mas Gondrong sembari melempar senyuman khasnya pada Jumat (14/11).
Keunikan rasa entog asap ini dimulai dari bahan bakunya. Mas Gondrong hanya memakai entog tua dan jantan yang ia datangkan langsung dari peternak khusus di lereng Gunung Kelud.
Menurutnya, daging entog tua lebih berdaging, rendah lemak, dan semakin nikmat setelah diasap karena minyaknya keluar lebih sempurna. “Untuk kesehatan bagus, rendah lemak,” jelasnya.
Proses memasaknya pun bukan main panjang, 6–7 jam secara manual, tanpa presto. Tahapannya meliputi bacem sekitar 4 jam, kemudian pengasapan 2–3 jam, dan terakhir digoreng menggunakan minyak baru setiap hari. Semua bumbu memakai bahan alami tanpa campuran instan.
Juna (25), putra kedua Mas Gondrong yang kini ikut mengolah dapur, mengatakan dalam sehari mereka bisa menghabiskan sekitar 50 ekor entog. “Paling rame weekend, tapi kalau bisa jangan sore datangnya, nanti tidak kebagian,” ujarnya sambil sibuk membolak-balik daging di atas wajan.
Adapun untuk harga sendiri terbilang terjangkau. Seperti Entog utuh Rp360.000 dan setengah entog Rp 185.000. Seporsi daging entog Rp 50.000 atau seporsi kepala entog Rp 35.000.
Lalu ayam kampung utuh Rp 150.000. Ayam kampung per porsi Rp 35.000. Nasi putih Rp 5.000 per porsi atau Rp 3.000 setengah porsi. Minuman (es teh, es jeruk, es sirup) Rp 4.000–5.000
Levina, salah satu pembeli yang ditemui sedang mengantre, mengaku sudah tiga kali mampir.
“Enak rasanya. Aromanya khas, ada asapnya. Beda dengan warung lain,” tuturnya.
Ia mengaku paling suka bagian sayap dan kadang membungkus untuk anaknya di rumah. “Entog Asap Mas Gondrong itu mantap,” tambahnya.
Warung buka setiap hari pukul 12.00 hingga Maghrib, kecuali Senin, libur. Mas Gondrong berharap bisa terus menjaga kualitas masakan yang menjadi inspirasi bagi dirinya dalam menyajikan makanan sehat dan rendah kolesterol. “Semoga sehat, tetap semangat, dan terus berusaha,” timpal Mas Gondrong menyampaikan pesan.
Aroma asap, tekstur lembut, dan rasa bumbu yang meresap hingga ke tulang membuat entog asap ini bukan sekadar kuliner, melainkan pengalaman. Bagi penikmat olahan entog, warung ini pantas masuk daftar wajib singgah saat berada di Jepara.(fik)
Editor : Mahendra Aditya