Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Resep Donat Ubi Kuning Empuk dan Cantik, Rahasia Antigagal dengan Metode Autolisis

Mahendra Aditya Restiawan • Rabu, 20 Agustus 2025 | 18:48 WIB
Donat Ubi Kuning
Donat Ubi Kuning

RADAR KUDUS - Donat bukan hanya sekadar camilan manis yang digemari banyak orang, tetapi juga makanan yang bisa dikreasikan dengan berbagai bahan lokal. Salah satunya adalah ubi kuning atau yang sering disebut “telo” oleh masyarakat Jawa.

Warnanya yang khas membuat hasil donat tidak hanya lezat, tetapi juga tampak cantik dengan nuansa oranye alami tanpa pewarna tambahan.

Resep donat berbahan dasar ubi kuning ini menggunakan metode autolisis, yaitu teknik mendiamkan adonan tanpa perlu diuleni lama.

Dengan cara ini, adonan bisa tetap elastis, lembut, dan anti gagal meskipun tanpa proses banting-banting adonan seperti pada pembuatan roti pada umumnya.

Baca Juga: Resep Lemon Custard Bun Lembut dengan Metode Autolisis, Anti Gagal di Rumah


Persiapan Bahan

Untuk membuat donat ini, bahan utamanya sederhana dan mudah ditemukan:

Tambahan lain seperti topping bisa disesuaikan dengan selera, misalnya glaze tiramisu, cokelat leleh, meses, atau gula halus.

Langkah 1: Membuat Campuran Awal

Pertama, ubi kuning yang sudah dikukus dihancurkan hingga lembut menggunakan garpu atau ulekan.

Setelah itu, campurkan ubi dengan tepung terigu dan kuning telur. Aduk hingga tercampur rata dan membentuk butiran halus.

Di wadah terpisah, larutkan gula pasir dengan susu cair. Pastikan gula benar-benar larut sebelum dicampurkan ke adonan ubi dan tepung.

Masukkan larutan susu tersebut sedikit demi sedikit ke adonan utama sambil terus diaduk. Hasil akhirnya berupa adonan yang tampak agak keras—ini normal dan menjadi dasar metode autolisis.

Langkah 2: Proses Autolisis

Adonan yang sudah tercampur tersebut kemudian didiamkan selama 7 jam tanpa penambahan ragi.

Proses ini berfungsi untuk mengaktifkan gluten secara alami sehingga adonan menjadi elastis.

Setelah didiamkan, teksturnya akan lebih lentur, mudah ditarik, dan tidak lengket di tangan meski belum diberi ragi.

Baca Juga: Resep dan Rahasia Sambal Hijau Padang Tahan Sebulan, Tetap Pedas dan Gurih

Langkah 3: Menambahkan Ragi, Margarin, dan Garam

Setelah autolisis, siapkan ragi instan dengan melarutkannya ke dalam air hangat sekitar 38°C.

Cara ini penting agar ragi aktif dan tercampur rata dengan adonan. Jangan pernah memasukkan ragi kering langsung ke adonan karena bisa membuat hasilnya tidak mengembang sempurna.

Masukkan larutan ragi ke dalam adonan, aduk perlahan hingga rata. Setelah itu tambahkan margarin dan sedikit garam.

Uleni sebentar, cukup sekitar 5 menit, hingga semua bahan tercampur dan adonan tidak lagi lengket. Tidak perlu menguleni terlalu lama.

Langkah 4: Fermentasi Pertama

Adonan yang sudah kalis ditutup rapat lalu didiamkan selama 1 jam atau hingga mengembang dua kali lipat.

Waktu fermentasi bisa berbeda tergantung suhu ruangan; semakin hangat suhu, semakin cepat proses pengembangannya.

Langkah 5: Membentuk Donat

Setelah mengembang, keluarkan adonan ke atas meja yang sudah ditaburi tepung tipis-tipis. Gilas adonan hingga ketebalan sekitar 1 cm.

Untuk hasil rapi, gunakan cetakan donat bulat. Jika tidak ada, bisa memakai gelas atau membentuk manual dengan tangan.

Membentuk dengan cetakan memberikan hasil yang lebih presisi seperti donat toko terkenal. Cetakan donat pun murah, hanya sekitar Rp7.000–Rp8.000 per buah, dan bisa dipakai berulang kali.

Langkah 6: Fermentasi Kedua

Donat yang sudah dicetak dibiarkan kembali selama 1 jam. Proses ini membuat donat lebih mengembang sehingga hasil gorengan menjadi ringan dan bertekstur empuk.

Baca Juga: Resep Mie Goreng Bakso Kecap, Masakan Praktis Rumahan yang Bikin Nagih

Langkah 7: Menggoreng Donat

Panaskan minyak dengan api kecil hingga sedang. Goreng donat dalam suhu rendah agar matang merata dan menghasilkan white ring atau lingkaran putih khas donat yang sempurna. Balik donat cukup sekali saja agar bentuknya tetap cantik.

Hasilnya, donat ubi kuning akan tampak oranye alami dari warna ubi. Teksturnya halus, empuk, dan aromanya harum.

Langkah 8: Topping

Setelah matang, donat bisa langsung diberi taburan gula halus, meses, atau glaze. Pada resep ini, topping yang digunakan adalah frosting tiramisu, memberikan cita rasa ala donat premium dari toko ternama.


Hasil Akhir dan Tips Penyimpanan

Donat ubi kuning ini menghasilkan tekstur lembut, empuk, dan sedikit kenyal. Aroma khas ubi membuatnya berbeda dari donat biasa. Donat tetap empuk hingga dua hari jika disimpan dalam wadah kedap udara.

Tips penting agar resep ini sukses:

  1. Pastikan ragi dilarutkan dengan benar.

  2. Jangan menggoreng dengan minyak terlalu panas.

  3. Gunakan ubi kuning yang matang sempurna untuk warna dan rasa optimal.

Dengan bahan murah dan metode sederhana, donat ubi kuning bisa tampil layaknya produk premium.

Editor : Mahendra Aditya
#Donat homemade premium #kuliner #Metode autolisis donat #resep Donat ubi kuning #kuliner radar kudus #Donat ubi kuning