Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Alasan Daging Kambing Sering Bau 'Prengus' dan Cara Ampuh Menghilangkannya Tanpa Ribet!

Mahendra Aditya Restiawan • Jumat, 6 Juni 2025 | 14:44 WIB
Ilustrasi membakar sate kambing
Ilustrasi membakar sate kambing

RADAR KUDUS – Banyak orang menghindari daging kambing karena aroma khasnya yang menusuk, atau yang dikenal dengan istilah "bau prengus".

Tapi tahukah Anda bahwa bau ini sebenarnya bukan cuma soal masakan, melainkan berakar dari perilaku alami kambing itu sendiri?

Bau tajam itu ternyata berasal dari senyawa kimia bernama 4-etioloktanal, yang dilepaskan oleh kambing jantan saat masa kawin untuk menarik perhatian betina.

Baca Juga: KEREN! Tifo Raksasa Pendekar Wayang dan Perisai Garuda dari La Grande Indonesia Warnai Laga Indonesia vs China

Senyawa ini terakumulasi di sekitar kepala dan leher kambing jantan dan bisa menyebar lewat udara. Tak heran jika baunya tetap terasa bahkan setelah dagingnya dimasak.

Namun aroma tersebut bisa semakin menyengat jika proses pemotongan kambing dilakukan dengan cara yang salah.

Chef Ragil Imam Wibowo mengungkap, jika pemotongan otot tidak tepat dan darah tertinggal di dalam daging, maka aroma "prengus" akan lebih dominan.

“Darah yang tersisa itulah yang membuat bau daging kambing jadi makin tidak sedap,” ujar Chef Ragil.

Sementara William Wongso, maestro kuliner Indonesia, menyarankan penggunaan daging kambing muda karena aromanya lebih lembut.

Tapi saat Hari Raya Kurban, pilihan daging terbatas—biasanya kambing tua, yang aromanya lebih kuat.

Lalu, bagaimana cara menghilangkan bau prengus yang mengganggu ini?

Berikut tips dari para ahli kuliner agar daging kambing tidak jadi musuh di meja makan:

Meskipun banyak orang Indonesia cenderung menghindari aroma prengus, di beberapa negara justru bau ini dianggap sebagai cita rasa khas yang menggoda.

Di Azerbaijan, misalnya, potongan lemak domba yang beraroma kuat justru diburu dan digunakan untuk menumis agar rasa autentik kambing tetap terasa.

“Kalau Anda tidak suka aroma prengus, mungkin saatnya belajar menikmatinya. Kalau tetap tak bisa, ya jangan dipaksa,” canda William Wongso.

Jadi, bukan bau kambing yang harus disalahkan, tapi cara mengolahnya! Dengan teknik yang tepat, aroma prengus bisa diatasi dan daging kambing pun bisa disulap jadi hidangan lezat yang menggugah selera. Yuk, jangan buang-buang daging kurban, olah dengan cerdas!

Editor : Mahendra Aditya
#masakan kambing #olahan kambing anti prengus #Bau Prengus #sate kambing #olahan kambing #prengus #olahan kambing anti bau #kambing