Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

TERUNGKAP! Ini Ciri Makanan yang Ternyata Digoreng Pakai Minyak Babi, Banyak yang Tak Sadar Selama Ini!

Mahendra Aditya Restiawan • Jumat, 30 Mei 2025 | 02:23 WIB

Ilustrasi ciri ciri makanan mengandung minyak babi
Ilustrasi ciri ciri makanan mengandung minyak babi

RADAR KUDUS – Dunia kuliner tanah air kembali geger! Masyarakat dikejutkan oleh temuan yang bikin resah: rumah makan populer ternyata menggunakan minyak babi dalam proses pengolahan makanannya.

Sorotan tajam tertuju pada kasus Ayam Goreng Widuran di Solo, yang terbukti tidak halal karena menggoreng kremesannya dengan minyak yang berasal dari lemak babi.

Fakta ini sontak memicu keresahan sekaligus pertanyaan besar: apa saja ciri-ciri makanan yang digoreng pakai minyak babi?

Dalam dunia masak-memasak, minyak babi atau yang dikenal sebagai lard, sebenarnya bukan barang baru.

Bahkan, banyak koki profesional di luar negeri yang menganggapnya sebagai "senjata rahasia" karena diyakini mampu memunculkan rasa gurih yang sulit ditandingi.

Tapi bagi masyarakat Indonesia, terutama yang memegang prinsip halal dalam konsumsi, penggunaan minyak dari lemak babi tentu menjadi masalah besar.

Apa Itu Minyak Babi dan Kenapa Banyak Dipakai?

Minyak babi diekstrak dari lemak babi murni, terutama yang menumpuk di bagian perut, bokong, dan bahu hewan tersebut.

Prosesnya melibatkan pemanasan untuk melelehkan lemak, lalu disaring hingga berbentuk minyak padat berwarna putih pucat.

Dalam kuliner Barat, lard banyak digunakan untuk memanggang kue, membuat pastry, atau menggoreng karena menghasilkan tekstur dan rasa yang lebih menggoda.

Uniknya, minyak babi tak beraroma menyengat. Justru karena aromanya yang netral dan teksturnya yang halus, banyak orang sulit membedakan apakah makanan tersebut digoreng dengan minyak biasa atau minyak hewani ini.

Namun, untuk mereka yang menjaga kehalalan makanan, penting untuk tahu tanda-tanda makanan yang kemungkinan dimasak menggunakan minyak babi. Berikut penjelasan lengkapnya:


1. Tekstur Makanan Terasa Sangat Renyah

Minyak babi memiliki titik asap yang tinggi, artinya bisa dipanaskan pada suhu lebih tinggi dibandingkan minyak sayur tanpa mudah rusak.

Inilah yang membuat hasil gorengan jadi lebih krispi dan tahan lama. Kalau kamu makan ayam goreng atau gorengan yang renyahnya “di luar nalar”, bisa jadi minyak yang digunakan bukan minyak biasa.


2. Aroma Daging yang Halus tapi Unik

Meski tidak menyengat, minyak babi tetap meninggalkan jejak aroma yang khas—mirip aroma daging, tapi tidak sekuat daging sapi atau ayam.

Bagi yang peka, ada sensasi gurih lembut yang agak berbeda dari aroma minyak goreng nabati.


3. Lapisan Bersisik Seperti Puff Pastry

Minyak babi sering digunakan dalam adonan pastry karena menghasilkan tekstur bersisik dan berlapis-lapis.

Kalau kamu menjumpai kue atau pie dengan lapisan yang sangat tipis dan tampak “mengelupas” saat digigit, waspadalah. Ini bisa jadi indikasi penggunaan lard sebagai bahan utamanya.


4. Lebih Berminyak dan Mengilap

Minyak babi cenderung meninggalkan kilau berminyak pada permukaan makanan.

Jika makanan terlihat sangat mengilap atau terasa lebih lembap daripada biasanya, ada kemungkinan penggunaan lemak hewani dalam proses memasaknya.


Kenapa Harus Waspada?

Kasus yang terjadi di Solo membuka mata banyak pihak bahwa ketidaktransparanan bahan baku dalam industri kuliner masih sangat mungkin terjadi.

Makanan yang dijual di luar belum tentu aman bagi semua kalangan, khususnya umat Muslim yang wajib menghindari produk haram.

Selain itu, konsumen berhak tahu apa yang mereka konsumsi—baik dari sisi kesehatan, kehalalan, maupun etika.

Lembaga terkait seperti BPJPH dan MUI pun diminta turun tangan lebih aktif dalam pengawasan, termasuk memperketat sertifikasi halal dan inspeksi mendadak di lapangan.

Di sisi lain, masyarakat juga harus lebih kritis dan tidak ragu untuk bertanya soal bahan dan proses pembuatan makanan, terutama di rumah makan yang belum bersertifikat halal.


Waspadai Makanan “Gurih Berlebihan”

Jika kamu menemukan makanan yang terlalu renyah, aromanya menggiurkan tapi tak biasa, dan teksturnya sangat lapis-lapis—mulailah bertanya-tanya. Bisa jadi, makanan itu tak sehalal yang kamu kira. Jangan sampai terlena oleh rasa, tapi abai pada asal-usul bahan!

Editor : Mahendra Aditya
#cara mengenali minyak babi #Ayam goreng widuran solo #ciri makanan tidak halal #makanan haram #makanan non halal #minyak babi #ciri makanan mengandung minyak babi