Bahan daun kersen itu, diolah dengan dicampur bahan lain, seperti tepung, telur, garam, margarin, dan bumbu rempah. Hasilnya, makanan ringan itu jadi lebih gurih. Teksturnya pas. Tidak terlalu keras dan empuk, sehingga banyak disukai kawula muda.
”Varian rasa saat ini ada original, balado, jagung manis, dan super pedas," kata perempuan asal Desa Karangbener, Bae, Kudus, itu.
Ia menjelaskan, cara pembuatannya sama dengan stik-stik pada umumnya. Pertama-tama tepung terigu, tapioka, telur, garam, margarin, serta bawang putih dicampur. Lalu digiling dengan mesin penggiling.
Kemudian daun kersen diiris lalu dicampurkan ke bahan olahan yang lain. Sashie mengaku, sempat menghaluskan daun kersen dengan cara diblender. Namun, hasilnya ternyata tidak memuaskan. Tidak eye catching. Lalu, sampai kini ia memilih dengan cara diiris tipis-tipis manual.
Dalam sehari kurang lebih bisa menghabiskan 3 kilogram tepung dalam proses pembuatannya. Setiap olahan saya kasih 100 gram daun kersen. ”Dapatnya (daun kersen) mudah kok. Tinggal ambil di belakang rumah," ujarnya.
Alasan membuat olahan berbahan daun kersen, karena mempunyai beragam manfaat untuk kesehatan. Di antaranya dapat menjaga kadar kolesterol, mengobati sakit kepala, dan mengontrol gula darah. ”Yang paling terkenal itu kan dapat mencegah tekanan darah tinggi dan asam urat," imbuhnya. (ark/lin) Editor : Ali Mustofa