Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Takoyaki, Jajanan Jepang: Toppingnya Katsuobushi, Rasanya Oishi

Saiful Anwar • Minggu, 14 November 2021 | 22:13 WIB
MENGGODA: Sajian takoyaki setelah ditambahkan topping di atasnya. (ARIKA KHOIRIYA/RADAR KUDUS)
MENGGODA: Sajian takoyaki setelah ditambahkan topping di atasnya. (ARIKA KHOIRIYA/RADAR KUDUS)
Takoyaki merupakan salah satu kuliner dari luar negeri yang berbentuk bulat kecil dengan isian potongan gurita. Aroma yang khas tentunya dapat menggugah selera siapa saja yang masuk ke dalam resto. Sajian makanan ini saat sudah matang tampak lezat dan nikmat. Membuat tergoda siapa saja yang melihatnya.

Makanan asal Jepang ini berbentuk bulat kecil. Terbuat dari adonan tepung terigu dengan isian potongan gurita yang sudah direbus. Teksturnya lembut dan gurih. Apalagi setelah disiram saus dan mayones.

Sekilas, rasa hampir mirip dengan martabak telur. Bedanya, takoyaki tersedia berbagai macam isian dan topping. Di negeri asalnya, isian takoyaki adalah gurita. Di Indonesia, isiannya lebih variatif. Ada cumi, bakso ikan, sosis ayam, tempura, kepiting, dan keju. Banyak alternatif pilihan dan takoyaki ini cocok sekali dijadikan menu cemilan di rumah.

Kios penjual takoyaki bisa ditemukan di berbagai daerah, tak terkecuali di Kudus. Di Kota Kretek ini, rata-rata penjual mulai membuka kiosnya mulai pukul 15.00 sore sampai pukul 21.00 malam. Salah satunya Olivia Permatasari, pengusaha takoyaki asal Bae Kota Kudus yang telah menjalankan usahanya selama 3,5 tahun.

Olivia menjelaskan, takoyaki bukan termasuk makanan berat, tapi lebih kepada jajanan. Hal itu sesuai dengan pengetahuan Olivia, bahwa kata “tako” berarti gurita dan “yaki” berarti digoreng atau dipanggang. Maka makna lengkapnya adalah gurita yang digoreng.

Bagi Olivia, pembuatan takoyaki sangatlah mudah. Bahan utamanya cukup tepung terigu, air dan telur. Sedangkan bahan pelengkapnya yakni daun bawang dan isian takoyaki.

Untuk topping-nya juga ada banyak macamnya. Ada saus takoyaki semacam kecap asin, mayones, serpihan rumput laut, saus pedas, serbuk cabai, dan yang paling unik adalah serpihan katsuobushi. Yakni topping dari daging ikan cakalang asap serut yang ketika disajikan bisa bergerak-gerak.

“Cara memasaknya juga sederhana. Ketika adonan bahan utama dan bahan pelengkap sudah dicampur, selanjutnya bisa ditaruh ke cetakan yang sebelumnya sudah disediakan minyak. Tunggu sekitar 3-5 menit, lalu bolak balik adonan sampai menjadi bulat. Setelah warnanya kecoklatan bisa diangkat, lalu ditempatkan di kotak dan diberi topping,” tuturnya.

Untuk harganya juga variatif. Satu porsi berisi enam takoyaki dengan isian gurita dan cumi dibandrol dengan harga Rp 13.500. Isian selain gurita dan cumi dipatok Rp 12.000. Sedangkan porsi yang berisikan sembilan takoyaki dihargai dengan Rp 17.000 – Rp 20.000, bergantung isiannya.

“Pembuatan takoyaki sebenarnya menggunakan tepung dan saus khusus takoyaki. Tapi jika dipraktikkan di rumah dengan tepung terigu dan saus biasa juga bisa, meskipun nanti rasanya akan terasa berbeda,” ungkapnya. (ark/mal) Editor : Saiful Anwar
#kuliner #Takoyaki #Kudus