KUDUS- Intensitas hujan yang tinggi di Kabupaten Kudus tidak hanya membawa dampak banjir saja. Beberapa wilayah di kawasan utara juga terdampak tanah longsor.
Tercatat ada sebanyak tiga Kecamatan yang terdampak longsor, mulai dari Kecamatan Dawe, Gebog, dan Bae.
Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kudus, Eko Hari Jatmiko menyatakan, intensitas hujan yang tinggi juga mengakibatkan bencana tanah longsor di Kudus. Kondisi ini terjadi di Desa Japan, Kecamatan Dawe terdapat 24 titik longsor.
Tanah longsor tersebut mengakibatkan tiga rumah milik warga mengalami kerusakan. Serta lima titik bahu jalan juga terkena dampaknya.
”Saat ini sudah tertangani, kami menutup bekas longsor dengan plastik untuk menghindari terjadinya longsor susulan,” katanya.
Dampak longsor juga dialami di Desa Kuwukan terdapat 20 titik longsor di sana. Ada enam rumah warga yang terkena dampak longsor.
Peristiwa tanah longsor tersebut juga sempat menutup akses jalan umum dan kini telah tertangani.
Longsor juga terjadi di Desa Ternadi ada empat titik. Dua rumah warga terkena dampak longsor dan sempat menutup akses jalan kabupaten.
”Di Desa Colo ada sembilan titik longsor , di Desa Kajar ada enam titik yang terdampak longsor,” katanya.
Longsor juga terjadi di Desa Menawan yang saat ini sudah tertangani 70 persen. Longsor ini terjaid di Dukuh Kambangan yang menutup akses jalan warga. Saat ini material longsor yang telah disingkirkan dan warga bisa melintas.
Sementara itu, di Desa Rahtawu terjadi longsor di tiga dusun dan terkena dampak di 14 titik.
Di Dusun Semliro ada lima titik dan telah tertangani 70 persen. Di Dusun Jambu ada enam titik sudah tertangani 80 persen.
Sementara di Dusun Tumpuk ada tiga titik longsor dan telah ditangani 100 persen.
Bencana tanah longsor juga terjadi di Desa Gondangmanis terdapat satu titik di RT 2/ 10. Longsor tersebut menimpa bahu jalan. (gal)
Editor : Mahendra Aditya