KUDUS – Rencana pernikahan yang telah dipersiapkan matang oleh kedua keluarga mendadak berujung penundaan.
Seorang calon mempelai wanita asal Desa Jepang, Kecamatan Mejobo, Kudus, dilaporkan menghilang dua hari sebelum jadwal akad nikah.
Hingga hari pelaksanaan, Senin (2/11), keberadaannya belum diketahui.
Calon mempelai wanita tersebut berinisial DL (27), warga Jepang RT 3 RW 3.
Sementara calon mempelai pria berinisial DN (26) warga Desa Bulungcangkring, Kecamatan Jekulo, Kudus.
Keduanya sedianya melangsungkan akad nikah pada Senin (2/11) pukul 08.00 WIB.
Namun, rencana trsebut terpaksa ditunda lantaran DL tidak kunjung oulang sejak meninggalkan rumah pada Sabtu (31/10).
Padahal, berbagai persiapan pernikahan sudah dilakukan keluarga.
Bahkan, tenda untuk pelaksanaan akad nikah telah didirikan.
Petugas dari Kantor Urusan Agama (KUA) Mejobo dan calon mempelai pria juga sudah tiba di lokasi sesuai jadwal.
Namun, calon mempelai wanita justru belum ditemukan.
Kepala Desa Jepang Indarto membenarkan kejadian tersebut.
Dia mengatakan, oemerintah desa menerima informasi setelah pihak keluarga berupaya mencari DL, tetapi tidak berhasil menemukan keberadaannya.
"Iya benar, calon mempelai wanita belum ditemukan. Kegiatan penghulu dari KUA Mejobo dan calon mempelai pria sudah tiba di lokasi akad," ujarnya saat dikonfirmasi, Senin (2/11).
Berdasarkan informasi yang diterimanya dari keluarga, DL terakhir kali berpamitan kepada orang tuanya pada Sabtu pagi.
Sebelumnya, DL bersama keluarganya mengikuti kegiatan ziarah makam dan tiba kembali di rumah sekitar pukul 09.30 hingga 10.00 WIB.
Setelah sampai di rumah, DL sempat berganti pakaian.
Dia kemudian berpamitan kepada orang tuanya dengan alasan hendak mengikuti wawancara kerja atau interview di salah satu pabrik rokok di Kudus.
Namun, hingga malam hari, DL tidak kunjung kembali ke rumah.
Kondisi tersebut membuat keluarga mulai khawatir dan berusaha mencari keberadaannya.
Pencarian kemudian dilakukan bersama sejumlah tetangga.
Keluarga mendatangi beberapa tempat yang diperkirakan menjadi tujuan DL.
Sayangnya, upaya tersebut belum membuahkan hasil hingga hari pernikahan tiba.
Indarto menyebut, pihak keluarga juga tidak mengetahui secara pasti alasan DL meninggalkan rumah.
Sebab, sebelum kejadian, tidak terlihat perubahan sikap maupun gelagat mencolok yang mengarah pada pembatalan pernikahan.
Dalam kesehariannya, DL diketahui bekerja sebagai buruh di salah satu perusahaan rokok di Kudus.
Adapun rencana mengikuti wawancara kerja menjadi alasan yang disampaikan kepada orang tuanya sebelum meninggalkan rumah.
Atas kejadian tersebut, Indarto menyarankan keluarga agar melaporkan hilangnya DL kepada pihak kepolisian.
Langkah itu diperlukan supaya keberadaan calon mempelai wanita dapat ditelusuri melalui penanganan lebih lanjut.
Sementara itu, jadawl akad nikah yang sebelumnya telah ditentukan dipastikan ditunda.
Pihak KUA Mejobo meminta keluarga menjadwalkan ulang pelaksanaan akad setelah DL ditemukan.
"Dijadwalkan ulang ketika nanti calon mempelai wanita sudah ditemukan. Namun, belum diketahui kapan tanggal pelaksanaannya," bebernya.
Terpisah, Kapolsek Mejobo Heri Purwanto membenarkan adanya informasi mengenai calon mempelai wanita yang meningalkan rumah menjelang hari akad pernikahannya di Desa Jepang.
Menurut dia, kepolisian telah mengerahkan personel untuk melakukan pencarian informasi awal terkait kejadian tersebut.
Namun, hingga Senin (2/11), pihaknya belum menerima laporan resmi dari keluarga.
"Kami belum menerima laporan, tetapi anggota saya sudah melakukan pencarian data awal. Ketika sudah ada laporan resmi, kami akan tindak lanjut," ujar Heri.
Hingga berita ini ditulis, keberadaan DL belum diketahui.
Keluarga masih menunggu kepastian keberadaannya, sementara rencana pernikahan yang telah dipersiapkan kedua belah pihak harus tertunda. (dik)
Editor : Ali Mustofa