KUDUS – Aktivitas pengemudi becak di kawasan Menara Kudus mulai sepi penumpang.
Kondisi tersebut dirasakan Mardi (60), pengemudi becak asal Mayong, Jepara, yang setiap hari mencari penumpang di kawasan wisata religi tersebut.
Mardi mengatakan, dirinya sudah lama bekerja sebagai pengemudi becak.
Ia mulai mangkal sekitar pukul 07.00 dan biasanya pulang sekitar pukul 13.00 karena penumpang mulai berkurang.
“Jam tujuh sampai jam satu sudah pulang. Sudah tidak ada penumpangnya, sekarang sepi,” ujarnya saat ditemui di kawasan Menara Kudus.
Sepinya penumpang turut memengaruhi pendapatan harian Mardi.
Ia mengaku pernah hanya mendapatkan Rp 15 ribu dari pekerjaannya mengayuh becak.
Penghasilan tersebut bergantung pada ada atau tidaknya penumpang yang menggunakan jasanya.
Menurut Mardi, kondisi pekerjaan pengemudi becak saat ini berbeda dibandingkan masa lalu.
Ia mengenang, dahulu becak lebih banyak digunakan masyarakat untuk bepergian, termasuk mengantar anak sekolah.
Namun, kini minat masyarakat menggunakan transportasi tradisional tersebut dirasakannya semakin berkurang.
Selain itu, Mardi menyebut terdapat perubahan aturan terkait lokasi mangkal dan pengangkutan rombongan peziarah.
Menurutnya, pengemudi becak kini tidak sebebas dahulu dalam mencari penumpang rombongan di kawasan tersebut.
Mardi yang tinggal di Mayong, Jepara, tetap datang ke kawasan Menara Kudus untuk mencari nafkah meskipun harus menempuh perjalanan dari luar daerah.
Ia berharap ada perhatian dan bantuan bagi para pengemudi becak, terutama mereka yang berasal dari luar kawasan Menara Kudus.
Menurutnya, bantuan yang diberikan selama ini belum dirasakan merata oleh seluruh pengemudi.
“Harapannya ada bantuan untuk para pengemudi becak agar tetap bisa bekerja dan mendapatkan penghasilan,” ujarnya.
Di tengah kondisi tersebut, Mardi berharap masyarakat kembali berminat menggunakan jasa becak.
Baginya, meningkatnya minat penumpang menjadi salah satu harapan agar pengemudi becak tetap dapat memperoleh penghasilan dari pekerjaan yang telah lama digelutinya. (saf)
Editor : Ali Mustofa