Dua Final MLSC Kudus Berakhir Dramatis, SDN Jambean 02 Pati dan SD Unggulan Muslimat NU Juara

Andika Trisna Saputra • Dipublikasikan Senin, 19 Oktober 2026 | 17:25 WIB
JUARA: Para champion dan runner-up MilkLife Soccer Challenge Kudus Seri 1 2026 - 2027 KU 10 dan KU 12 berfoto bersama di podium usai pertandingan final di Supersoccer Arena, Kudus, Jawa Tengah Minggu (18/10). (DOK DJARUM FOUNDATION UNTUK RADAR KUDUS)
JUARA: Para champion dan runner-up MilkLife Soccer Challenge Kudus Seri 1 2026 - 2027 KU 10 dan KU 12 berfoto bersama di podium usai pertandingan final di Supersoccer Arena, Kudus, Jawa Tengah Minggu (18/10). (DOK DJARUM FOUNDATION UNTUK RADAR KUDUS)

KUDUS – Dua pertandingan final MilkLife Soccer Challenge (MLSC) Kudus Seri 1 2026–2027 menghadirkan drama hingga detik-detik akhir. SDN Jambean 02 Pati menjuarai kelompok usia (KU) 10, sedangkan SD Unggulan Muslimat NU menjadi kampiun KU 12. Kedua tim sama-sama menang dengan skor tipis 5-4 dalam laga final di Supersoccer Arena dan Lapangan Rendeng, Kudus, Minggu (18/10).

Pada final KU 10, SDN Jambean 02 Pati berhasil membalikkan keadaan saat menghadapi MI NU Baitul Mukminin. Sempat tertinggal 1-3, Jambean bangkit dan menyamakan skor menjadi 4-4 berkat tiga gol beruntun yang dicetak Syafa Ainun Habibah. Kemenangan akhirnya dipastikan menjelang pertandingan berakhir setelah pemain lawan mencetak gol bunuh diri.

Syafa tampil menonjol sepanjang turnamen. Pemain SDN Jambean 02 Pati itu sekaligus menyabet gelar top skor KU 10 dengan torehan 35 gol.

Pelatih SDN Jambean 02 Pati Muhammad Hidayat mengapresiasi semangat juang anak asuhnya yang mampu bangkit meski berada dalam posisi tertinggal.

“Walaupun tadi sempat tertinggal 3-1, mereka tidak patah semangat, justru bisa membalikkan keadaan,” ujarnya.

Drama serupa tersaji pada final KU 12. SD Unggulan Muslimat NU menundukkan SDN Karangsono 2 Mranggen dengan skor 5-4. Ghaitsa Luffi Arachman menjadi bintang kemenangan setelah menyumbangkan empat gol untuk timnya.

Ghaitsa sempat melakukan kesalahan yang berujung gol bunuh diri. Namun, ia mampu bangkit dan berkontribusi besar hingga membawa timnya meraih gelar juara. Ia juga mengungkapkan kebahagiaannya karena dapat membantu kemenangan tim sekaligus memperbaiki kesalahan yang dibuat.

“Senang banget bisa bantu kemenangan tim karena ini pertama kali kami juara dan senang juga bisa tanggung jawab atas kesalahan yang saya buat,” kata Ghaitsa.

Pelatih SD Unggulan Muslimat NU Ahmad Yusuf menjelaskan, perubahan strategi dengan menempatkan pemain lebih dekat ke lini depan membuat timnya lebih efektif saat menghadapi tekanan lawan.

Turnamen MLSC Kudus Seri 1 2026–2027 berlangsung pada 13–18 Oktober. Ajang sepak bola putri usia dini tersebut diikuti 1.672 atlet dari 100 SD dan MI, meningkat dibandingkan seri sebelumnya yang diikuti 1.391 peserta. Sebanyak 13 sekolah dari Kudus dan wilayah sekitarnya juga tercatat mengikuti kompetisi untuk pertama kalinya.

Pelaksana Tugas Kepala Disdikpora Kudus Anggun Nugroho mengapresiasi meningkatnya minat siswi terhadap sepak bola putri. Pihaknya berkomitmen memperluas sosialisasi ke sekolah-sekolah agar semakin banyak siswi memiliki kesempatan mengembangkan bakat.

“Harapannya, ini bisa lebih memotivasi atlet dan sekolah-sekolah untuk berlatih lebih giat, agar ke depannya Kudus bisa melahirkan pesepak bola andal yang memperkuat Timnas Putri Indonesia,” ujarnya.

Perwakilan Bakti Olahraga Djarum Foundation Satia Chandra Wiguna menilai antusiasme peserta turut dipengaruhi penampilan Timnas Putri Indonesia di Srikandi Merdeka Cup 2026. Selain itu, keberhasilan alumni MLSC Kudus, Asyifa Sholawa Farizqi, menembus Timnas Putri U-17 menjadi inspirasi bagi para pemain muda.

“Harapannya, dari MLSC Kudus akan lahir Asyifa-Asyifa baru yang juga bermain di Timnas Putri Indonesia,” katanya.

Pelatih Kepala MLSC Kudus Yayat Hidayat menyebut turnamen ini menjadi salah satu sarana untuk menjaring dan mengembangkan bibit pesepak bola putri. Kudus yang berstatus juara bertahan MLSC All-Stars selama dua tahun berturut-turut juga menargetkan kembali meraih gelar pada 2027.

Selain kompetisi KU 10 dan KU 12, MLSC Kudus menghadirkan Festival SenengSoccer KU 8 yang diikuti 288 siswi dari 38 SD dan MI. Kegiatan tersebut mengenalkan teknik dasar sepak bola melalui permainan interaktif tanpa pertandingan kompetitif.

Editor : Mahendra Aditya
MilkLife Soccer Challenge Kudus MLSC Kudus 2026 SDN Jambean 02 Pati SD Unggulan Muslimat NU sepak bola putri