SMP 2 Kudus Tampil di FTPI 2026, Angkat Konflik Keluarga Lewat Dinding-Dinding Mawar Hitam

Ali Mustofa • Dipublikasikan Sabtu, 17 Oktober 2026 | 08:40 WIB
TAMPIL: Grup teater SMP 2 Kudus saat menampilkan teater saat seleksi FTPI. (INDAH SUSANTI/RADAR KUDUS)
TAMPIL: Grup teater SMP 2 Kudus saat menampilkan teater saat seleksi FTPI. (INDAH SUSANTI/RADAR KUDUS)

KUDUS – Ajang Festival Teater Pelajar Indonesia (FTPI) menjadi wadah bagi para pelajar untuk mengembangkan bakat, kreativitas, dan kemampuan seni peran.

Antusiasme mengikuti kompetisi tersebut terlihat dari banyaknya sekolah tingkat menengah yang mengirimkan tim teater terbaiknya untuk tampil dan bersaing.

Salah satu sekolah yang konsisten berpartisipasi dalam kegiatan tersebut adalah SMP 2 Kudus.

Sekolah ini kembali mengikutsertakan kelompok teaternya dalam FTPI tahun 2026 dengan harapan mampu memberikan penampilan terbaik sekaligus meraih hasil membanggakan.

Wakil Kesiswaan SMP 2 Kudus, Noor Kholis, menjelaskan bahwa kompetisi tahun ini diikuti oleh 21 sekolah tingkat SMP.

Banyaknya peserta membuat persaingan berlangsung ketat sejak tahapan seleksi awal.

Tahap penyisihan FTPI berlangsung selama lebih dari sepekan, mulai Jumat (9/10/2026) hingga Sabtu (17/10/2026).

Selama periode tersebut, setiap kelompok teater berkesempatan menunjukkan kemampuan dalam mengolah cerita, memainkan karakter, serta menyajikan pertunjukan yang menarik di hadapan penilai.

Setelah seluruh rangkaian penyisihan selesai, hasil seleksi dijadwalkan diumumkan pada 19 November 2026.

Dari seluruh peserta, hanya 10 kelompok terbaik yang akan memperoleh tiket menuju babak final.

Menariknya, kuota finalis tersebut tidak hanya diperuntukkan bagi sekolah tingkat SMP, tetapi juga melibatkan peserta dari jenjang SMA.

Dengan demikian, para peserta akan berkompetisi dalam satu panggung yang mempertemukan talenta teater dari dua tingkat pendidikan berbeda.

Pihak SMP 2 Kudus pun menantikan hasil seleksi tersebut dengan penuh harapan.

Keikutsertaan dalam festival ini menjadi kesempatan bagi para siswa untuk mengasah kemampuan sekaligus mendapatkan pengalaman berharga di bidang seni pertunjukan.

Dalam FTPI tahun ini, kelompok teater SMP 2 Kudus menampilkan lakon berjudul Dinding-Dinding Mawar Hitam.

Pementasan tersebut mengangkat persoalan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, yakni dinamika hubungan antaranggota keluarga.

Kisah yang disajikan menggambarkan berbagai konflik yang dapat muncul ketika setiap anggota keluarga lebih mengutamakan ego dan kepentingan pribadi.

Melalui cerita tersebut, penonton diajak memahami bahwa sikap saling mementingkan diri sendiri dapat merusak keharmonisan dan memperlebar jarak di antara anggota keluarga.

Pesan moral inilah yang menjadi inti dari pertunjukan Dinding-Dinding Mawar Hitam.

Para pemain berupaya menyampaikan bahwa komunikasi, kepedulian, dan kesediaan memahami satu sama lain merupakan hal penting dalam menjaga keutuhan hubungan keluarga.

Untuk mewujudkan pementasan tersebut, SMP 2 Kudus melibatkan sebanyak 43 siswa.

Dari keseluruhan peserta, tujuh siswa tampil sebagai aktor utama yang membawakan karakter-karakter penting di atas panggung.

Keterlibatan puluhan siswa tersebut menunjukkan bahwa pementasan teater tidak hanya bertumpu pada kemampuan aktor, tetapi juga membutuhkan kerja sama banyak pihak agar pertunjukan dapat tersaji secara utuh.

Melalui keikutsertaan dalam FTPI 2026, SMP 2 Kudus berharap para siswa memperoleh pengalaman baru, meningkatkan kepercayaan diri, serta semakin berkembang dalam bidang seni teater.

Lebih dari sekadar kompetisi, festival ini menjadi ruang bagi pelajar untuk menyampaikan gagasan, mengolah kreativitas, dan menyampaikan pesan kehidupan melalui seni pertunjukan. (san)

Editor : Ali Mustofa
seni pertunjukan ajang ftpi seni peran smp 2 kudus