KUDUS – Pusat Oleh-Oleh Kirana Kudus terus mengembangkan pemasaran untuk menarik wisatawan dan masyarakat lokal.
Sejak didirikan pada 27 Juli 2025, pusat oleh-oleh tersebut menyediakan berbagai produk yang terbagi dalam tiga kategori, yakni camilan makanan, fashion, dan souvenir.
Marketing Communication Kirana Kudus, Sam Afi, mengatakan pengunjung yang datang didominasi rombongan dari luar daerah Kudus.
Mereka umumnya datang dalam rangka outing class, ziarah, mengikuti acara pernikahan, hingga kegiatan olahraga.
“Kalau yang paling banyak memang rombongan dari luar kota, tetangga Kudus.
Ada yang outing class, ziarah, ngiring-ngiring penganten, sampai event olahraga dari Sukun dan Djarum,” ujar Sam Afi.
Menurutnya, jumlah kunjungan mengalami peningkatan pada momen-momen tertentu.
Di antaranya saat libur Natal dan Tahun Baru (Nataru), pertengahan semester, serta masa kenaikan kelas.
Dalam kondisi ramai, jumlah pengunjung dapat mencapai ratusan orang per hari dengan kunjungan rombongan menggunakan bus minimal satu unit.
Produk yang tersedia di Kirana Kudus tidak hanya berasal dari Kudus, tetapi juga dari berbagai daerah di Indonesia.
Beberapa di antaranya berasal dari Padang, Wonosobo, Lampung, dan daerah lainnya.
Sementara itu, Kirana juga memiliki sejumlah produk sendiri, terutama pada kategori fashion dan souvenir.
Produk tersebut antara lain kaos Kirana dan gantungan kunci atau ganci Kirana.
Sam menyebut, meskipun kunjungan tetap berlangsung setiap hari, lonjakan pembeli paling terasa ketika terdapat momen tertentu.
Untuk meningkatkan kunjungan masyarakat lokal, pihaknya juga rutin membuat program promosi, seperti promo khusus Jumat hingga Minggu.
Selain promo, Kirana turut memanfaatkan berbagai kegiatan sebagai sarana pemasaran.
Di antaranya event Hari Jadi Kudus, kegiatan Kirana, hingga perayaan Agustusan.
“Kami juga fokus ke warga lokal.
Biasanya ada promo Jumat sampai Minggu, kemudian ikut event-event seperti Hari Jadi Kudus dan kegiatan lainnya,” jelasnya.
Dalam menjaga kualitas produk, pihak Kirana juga memperhatikan batas kedaluwarsa makanan.
Produk yang memiliki masa simpan berbeda akan dipilah berdasarkan jangka waktunya untuk mengantisipasi produk melewati batas konsumsi.
Produk tertentu yang bersifat musiman juga menjadi perhatian.
Misalnya buah sukun dan kerupuk sayur yang ketersediaannya bergantung pada musim.
Jika permintaan terhadap suatu produk meningkat pada periode liburan, pihak Kirana dapat melakukan pemesanan ulang atau repeat order.
Dari sisi harga, kenaikan harga bahan baku juga berpengaruh terhadap harga jual produk.
Kendati demikian, perubahan harga akan disesuaikan dengan kondisi biaya dan tetap mempertimbangkan harga yang dapat diterima konsumen.
Untuk menangani keluhan pelanggan, Kirana menyediakan respons melalui media sosial maupun secara langsung.
Keluhan yang disampaikan melalui media sosial akan ditanggapi oleh pihak terkait.
Sementara itu, apabila pelanggan menemukan masalah pada produk makanan yang dibeli, pihak Kirana akan melakukan penggantian produk.
Dalam menarik minat pengunjung, Kirana juga menyiapkan berbagai gimmick, terutama saat Nataru.
Bentuknya berupa hadiah tambahan dengan minimal pembelian.
Hadiah tersebut dapat berasal dari produk fashion, produk tertentu, maupun produk promosi seperti stiker dan ganci Kirana.
Pihak marketing juga menyiapkan berbagai hadiah yang disesuaikan dengan target pengunjung.
Misalnya tas untuk ibu-ibu dan bolpoin lucu untuk anak-anak.
Pada Nataru tahun sebelumnya, Kirana juga menyediakan hadiah berupa boneka berukuran sekitar 30 sentimeter.
Ke depan, Kirana Kudus berencana memperluas kegiatan pemasaran dengan mengikuti sejumlah event lokal dan event sekolah.
Selain itu, pihaknya tengah mengembangkan program Kirana Edu-Wisata, sehingga kunjungan sekolah tidak hanya bertujuan untuk berbelanja.
Melalui program tersebut, sekolah dapat mengagendakan kunjungan ke Kirana dengan melakukan pemesanan atau membuat janji terlebih dahulu terkait tanggal kunjungan.
Sejumlah sekolah yang telah melakukan kunjungan di antaranya SMP Negeri 1 Kudus dan SMA Negeri 1 Kudus.
“Kami ingin sekolah datang ke Kirana bukan hanya untuk belanja, tetapi juga ada program edukasi dan wisata.
Jadi nanti sekolah bisa membuat janji terlebih dahulu untuk menentukan tanggal kunjungannya,” katanya.
Sam berharap keberadaan Pusat Oleh-Oleh Kirana dapat terus berkembang sekaligus memberikan ruang bagi pelaku UMKM lokal untuk memperkenalkan produknya.
“Harapannya, untuk event-event berikutnya dari Kudus, semoga Kudus bisa terus support UMKM,” pungkasnya.
( Dyah Ayu Setyo Astuti )
Editor : Ali Mustofa