RADAR KUDUS – Jika berkunjung ke kawasan lereng Gunung Muria, ada satu tanaman yang cukup mudah menarik perhatian karena buahnya yang berwarna merah keunguan.
Namanya parijoto, tanaman yang selama ini lekat dengan kehidupan masyarakat di kawasan Muria dan menjadi salah satu kekayaan khas Kabupaten Kudus.
Parijoto memiliki nama ilmiah Medinilla speciosa.
Tanaman ini tumbuh di kawasan pegunungan dan dikenal melalui buahnya yang berbentuk kecil serta bergerombol dalam satu tandan.
Warna buah menjadi salah satu ciri paling mencolok. Ketika masih muda, buah parijoto berwarna hijau.
Baca Juga: Lahan Tebu Terbakar, Api Sambar Bangunan SD 2 Bacin Kudus hingga Atap Dua Kelas Terdampak
Seiring matang, warnanya berubah menjadi kemerahan hingga ungu.
Bentuk dan warnanya tersebut membuat parijoto mudah dikenali dibandingkan tanaman buah lainnya.
Bukan Sekadar Tanaman Lereng Muria
Keberadaan parijoto tidak dapat dilepaskan dari kawasan Gunung Muria.
Tanaman ini banyak dikenal masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan tersebut dan kemudian menjadi bagian dari identitas lokal.
Bagi masyarakat Kudus, parijoto bukan sekadar tanaman yang tumbuh di pegunungan.
Buah tersebut juga memiliki cerita yang diwariskan dari generasi ke generasi.
Salah satu cerita yang cukup dikenal berkaitan dengan ibu hamil.
Dalam kepercayaan masyarakat, konsumsi parijoto dikaitkan dengan harapan terhadap kondisi anak yang akan dilahirkan.
Cerita tersebut menjadi bagian dari tradisi dan kepercayaan masyarakat.
Namun, kepercayaan turun-temurun mengenai manfaat parijoto tetap perlu dibedakan dari bukti medis yang telah teruji secara ilmiah.
Dari Buah Segar hingga Jadi Oleh-Oleh
Seiring berkembangnya minat terhadap parijoto, pemanfaatannya tidak hanya sebatas dikonsumsi sebagai buah.
Masyarakat juga mengolahnya menjadi berbagai produk yang lebih mudah dinikmati dan dibawa pulang.
Baca Juga: Khasiat Cuka Apel untuk Kesehatan yang Perlu Kamu Ketahui Secara Lengkap
Parijoto dapat ditemukan dalam bentuk olahan seperti sirup, selai, minuman, hingga produk makanan lainnya.
Kehadiran berbagai olahan tersebut membuat parijoto memiliki nilai ekonomi sekaligus menjadi bagian dari pilihan oleh-oleh khas dari kawasan Muria.
Pengolahan tersebut juga menjadi salah satu cara untuk memperkenalkan parijoto kepada masyarakat yang belum pernah melihat atau mencicipinya secara langsung.
Punya Potensi sebagai Identitas Lokal
Keunikan bentuk dan warna buah, lokasi tumbuh, serta cerita yang melekat di masyarakat membuat parijoto memiliki daya tarik tersendiri.
Tanaman ini sekaligus menunjukkan bahwa kekayaan khas Kudus tidak hanya berasal dari sektor industri maupun bangunan bersejarah.
Kekayaan alam di kawasan Gunung Muria juga memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi bagian dari identitas dan ekonomi lokal.
Bagi masyarakat yang berkunjung ke kawasan Muria, parijoto dapat menjadi salah satu tanaman yang menarik untuk dikenali.
Dari buah kecil berwarna ungu tersebut, tersimpan cerita tentang alam, tradisi, dan kehidupan masyarakat di lereng Gunung Muria.
Editor : Ali Mustofa