KUDUS - Dinas Perdagangan Kabupaten Kudus terus mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) agar mampu meningkatkan kapasitas bisnis serta kualitas produknya.
Upaya tersebut dilakukan sebagai bagian dari pembinaan agar produk UMKM lokal tidak hanya bertahan di pasar domestik, tetapi juga memiliki peluang masuk ke pasar internasional.
Plt Kepala Dinas Perdagangan Kudus, Mohammad Fitriyanto, mengatakan pembinaan ekspor digelar karena berbagai produk yang dihasilkan pelaku UMKM di Kudus dinilai memiliki kualitas sekaligus karakteristik yang dapat dikembangkan untuk pasar luar negeri.
Menurut Fitriyanto, ekspor dapat menjadi salah satu alternatif bagi pelaku usaha untuk memperluas pasar di tengah kondisi ekonomi yang masih menghadapi tantangan dan daya beli masyarakat yang cenderung melemah.
Dengan menjangkau konsumen luar negeri, pelaku UMKM diharapkan memiliki pasar yang lebih luas.
Kegiatan pembinaan tersebut dilaksanakan secara tatap muka dan daring karena keterbatasan kapasitas lokasi.
Sebanyak 35 pelaku usaha mengikuti kegiatan secara langsung, sementara peserta lainnya bergabung melalui Zoom Meeting.
Materi pembinaan disampaikan oleh sejumlah pihak yang memiliki kompetensi di bidang ekspor.
Narasumber berasal dari Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Provinsi Jawa Tengah serta kurator dari Export Center Surabaya yang berada di bawah pembinaan Kementerian Perdagangan.
Fitriyanto berharap kegiatan tersebut dapat memberikan motivasi sekaligus pengetahuan baru bagi pelaku UMKM untuk mengembangkan usahanya.
Produk yang selama ini hanya dipasarkan di tingkat lokal diharapkan secara bertahap dapat memenuhi persyaratan dan memiliki daya saing untuk masuk ke pasar global.
”Harapannya pelaku usaha bisa mendapatkan dukungan dan semangat kembali untuk meningkatkan usahanya agar naik kelas, dari yang semula di tingkat lokal bisa naik ke tingkat global,” ujarnya.
Ia menyebut nilai ekspor Kabupaten Kudus saat ini masih banyak ditopang oleh perusahaan berskala besar, di antaranya PT Djarum, Polytron, dan PT Pura.
Berdasarkan data Dinas Perdagangan Kudus, nilai ekspor pada 2024 berada di kisaran Rp750 miliar.
Angka tersebut kemudian mengalami penurunan menjadi sekitar Rp640 miliar pada 2025.
Sementara itu, hingga Agustus 2026, nilai ekspor Kabupaten Kudus telah mencapai lebih dari Rp400 miliar.
Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan pembinaan UMKM terus dilakukan agar semakin banyak pelaku usaha lokal.
Yang mampu meningkatkan kapasitas produksi, menjaga kualitas, memperluas jaringan pemasaran, dan pada akhirnya berpeluang membawa produk Kudus ke pasar internasional. (san)
Editor : Ali Mustofa