Pria di Kudus Meninggal Usai Ditusuk Ayah Kandung, Polisi Masih Dalami Motif

Ali Mustofa • Dipublikasikan Jumat, 25 September 2026 | 14:41 WIB
TAK BERNYAWA: Kondisi rumah korban yang diduga ditusuk oleh ayah kandungnya sendiri. (POLSEK JATI UNTUK RADAR KUDUS)
TAK BERNYAWA: Kondisi rumah korban yang diduga ditusuk oleh ayah kandungnya sendiri. (POLSEK JATI UNTUK RADAR KUDUS)

KUDUS - Seorang pria berinisial FA (34), warga Desa Jati Kulon, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus, meninggal dunia setelah mengalami luka tusuk yang diduga dilakukan oleh ayah kandungnya sendiri, T (70), Kamis (24/9) malam.

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 23.30 WIB di rumah korban. FA diduga mengalami luka tusuk pada bagian dada dalam kejadian yang kini masih didalami oleh kepolisian.

Kapolsek Jati AKP Subkhan membenarkan adanya peristiwa tersebut. Setelah menerima laporan, petugas langsung mendatangi rumah yang menjadi tempat kejadian perkara (TKP).

“Iya benar ada kejadian tersebut. Dugaan kekerasan yang menyebabkan adanya korban. Personel langsung ke rumah yang merupakan TKP,” ungkap Subkhan, Jumat (25/9).

Saat ditemukan setelah kejadian, FA masih dalam kondisi sadar. Namun, tubuhnya sudah berlumuran darah akibat luka yang dialaminya.

Korban kemudian segera dibawa ke RS Mardi Rahayu untuk memperoleh penanganan medis. Meski sempat mendapat perawatan intensif, nyawa FA tidak berhasil diselamatkan.

Polisi menyebut korban dinyatakan meninggal dunia pada Jumat (25/9) sekitar pukul 01.45 WIB, ketika masih menjalani penanganan di rumah sakit.

“Korban meninggal dunia di rumah sakit saat masih dalam penanganan medis,” kata Subkhan.

Sementara itu, T telah diamankan oleh polisi dan dibawa ke Polsek Jati.

Ayah korban tersebut kini menjalani pemeriksaan untuk dimintai keterangan mengenai peristiwa yang menyebabkan anaknya meninggal dunia.

Hingga kini, polisi belum menyampaikan secara pasti mengenai motif maupun rangkaian kejadian yang berujung pada penusukan tersebut.

Subkhan mengatakan pihaknya masih memeriksa sejumlah pihak untuk mendapatkan gambaran lebih lengkap mengenai apa yang terjadi di rumah korban.

Polisi juga masih menunggu hasil autopsi yang nantinya menjadi salah satu bagian dari alat bukti dalam penyelidikan.

“Saat ini masih proses pemeriksaan, kami masih mendalami peristiwa ini dan juga masih menunggu hasil autopsi sebagai alat bukti lainnya,” ujarnya.

Dari lokasi kejadian, polisi turut mengamankan sebilah pisau dapur yang ditemukan tergeletak.

Benda tersebut diduga berkaitan dengan luka yang dialami korban dan kini diamankan sebagai barang bukti.

Sementara itu, kakak korban, Jamiah (46), memberikan keterangan mengenai hubungan antara FA dan ayahnya.

Ia menyebut adiknya selama ini kerap bersikap kasar kepada sang ayah dan sering memarahinya.

Menurut Jamiah, perilaku tersebut sudah berlangsung sejak lama, bahkan ketika ibu mereka masih hidup. Ia juga menyebut korban kerap pulang ke rumah dalam kondisi mabuk.

“Kelakuan itu sudah lama sejak ibu saya masih hidup juga sering kena pukul, kondisi ketika pulang ke rumah sering mabuk,” katanya.

Jamiah mengaku tidak menyangka konflik antara ayah dan adiknya akhirnya berujung pada peristiwa yang menyebabkan korban meninggal dunia.

Polisi masih melanjutkan penyelidikan untuk mengungkap secara utuh kronologi kejadian, motif, serta pihak yang bertanggung jawab berdasarkan hasil pemeriksaan dan alat bukti yang dikumpulkan. (gal)

Editor : Ali Mustofa
penusukan di Kudus kriminal Kudus ayah tusuk anak polsek jati kudus kepolisian